Tonton “Universitas Muhammadiyah Banjarmasin Hadir di Duta Mall Education Expo” di YouTube

Advertisements
By Tya Nurdina Posted in Uncategorized

“HANYA KARENA ALLAH”

Bismillaah….

فلا تزول الفتنة عن القلب إلا إذا كان دين العبد كله لله عز وجل

“Cobaan yang ada pada hati seorang hamba senantiasa ada kecuali jika ia mengikhlaskan amalan hanya untuk Allaah Azza wa Jalla.”
[Ibnu Taimiyah rahimahullaah]

Saudariku…..
Dunia itu untuk berlelah-lelah menuju akhirat.
Titian jembatan dalam rangkaian ibadah.
Bukan tempat nyaman yang mesti kau dekap erat.
Namun hanya sebuah tempat singgah.

Saudariku…..
Manusiawi jika dirimu mengeluh.
Karena harimu penuh peluh.
Hingga engkau pun jenuh.

Tapi…..

Jangan berhenti melangkah.
Kehidupan itu adalah dakwah.
Ia tak mengajarkanmu tuk kalah.
Karena dirimu seorang khalifah.

Saudariku….
Istiqamah itu sulit.
Tapi tak pernah bikin sakit.
Jihad itu tak mudah.
Tapi darinya bunga iman merekah.

Allaah selalu beri ujian.
Dia juga mengirim godaan.
Agar kau tengadah tangan meminta kesabaran.
Dan Allaah memberimu kemudahan.

Saudariku….
Luruskan niat karena Allaah.
Beramal lah karena Allaah.
Ikhlaskan semua kepenatan di dunia ini.
Karena di akhirat itu tak meminta lelah mu lagi.

Saudariku….
Bertahanlah dengan segala penat dalam ketaatan kepadanNYA
Karena Allaah menjual syurga kepada mereka yang selalu merindukan keridhaanNYA

💕Nur_Bali💕

By Tya Nurdina Posted in Uncategorized

“Rayakan Cinta, Bangun Peradaban Bervisi Surga

@Masjid Daarut Tauhid Jakarta, 14 Februari 2015

🔗Ustadz Salim A. Fillah

🍄Mari mulai dengan membersihkan hati yaitu ingin mendapat cinta Allah Subhanahu Wata’alaa.

🌻Cerita keluarga yang diridhoi oleh Allah Subhanahu Wata’alaa.

Allah berfirman dalam Q.S Ali Imran 195:
“Allah memilih Adam Nuh Ibrahim Imron atas alam semesta… ”

🌷Dari ayat di atas bahwa:

🌷Pada Adam, Allah ingin mengajarkan tentang visi kemanusiaan kepada kita.

🌷Sebaik-baiknya ibadah adalah tawadhu’ ~ ia yang selalu mengatakan beliau lebih banyak beramal daripada saya, beliau dosanya lebih sedikit daripada saya ~ ini nilai kemanusiaan yang ingin Allah ajarkan pada kita.

🌷Pada Nuh, kita belajar kegigihan dalam berdakwah. Nuh mengingatkan kita bahwa kehidupan ini harus bervisi mulia.

🌷Pada Ibrahim, kita belajar bahwa keluarga harus bervisi surga. Terus berdoa tentang keluarga kita kepada Allah seperti Ibrahim.

🌷Salah satu doa Ibrahim seperti dalam Q.S Ibrahim 40:
“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.”

🌷Doa bukan seberapa dan kapan dikabulkan tetapi seberapa keberkahan atas doa itu, sebab Allah selalu memberi lebih.

🌷Jangan pernah berhenti berdoa tentang keluarga kita agar beriman dan kelak dikumpulkan di surga bersama.

🌷Keluarga Imran yaitu keluarga yang memunculkan Maryam dan Isa. Pelajaran penting yg didapat dari keluarga Imran yaitu bahwa Maryam berdoa kepada Allah agar anaknya sukses dengan cita-citanya yaitu menjadi pelayan Allah dan pelayan rumah Allah (masjid).

🌷Dengan bahasa sekarang adalah marbot masjid. Inilah satu-satunya cita-cita yang tertulis dalam Al-Qur’an.

🔎Ini contoh: kerjaan utama kita marbot masjid, kerjaan sampingan bisa pns, karyawan, pengusaha, pedagang, dll.

🌷Memetik pelajaran dari 4 keluarga dalam Al-Qur’an tersebut, maka:
Awalilah keluarga Anda dengan kesejiwaan
Menikah sekufu iman
Menikah untuk memberi nafas pada lingkungan
Menikah untuk sakinah

📝Makna sakinah:

1⃣Agar engkau terjaga kesucian ~ istri menjaga suami dari perbuatan keji dan sebaliknya
2⃣Agar engkau membangun visi kehidupan berdua, ikatan lahir dan batin antara pasangan
3⃣Agar engkau senantiasa memikirkan satu sama lain
4⃣Agar engkau tentram ketika bersama atau sedang berpisah
5⃣Saling bermuroja’ah ~ berkisah untuk diambil pelajaran bersama.

Bapak Cahyadi Takariawan – “Keluarga Bervisi Surga”

✉Yang membentuk kebahagiaan dalam keluarga adalah menciptakan kesejiwaan antara suami dan istri.

✉Antara suami istri, janganlah sibuk berumah tangga tapi lupa bersahabat. Contoh: setiap harinya yang diomongin kebutuhan rumah tangga, beli beras, bayar listrik, kurang ini, kurang itu ~ ini namanya sibuk berumah tangga. Tapi harus saling terbuka antara suami istri dengan cara saling bersahabat.

✉Mawadah artinya cinta yang menggebu-gebu, biasanya bersifat phisically.

✉Warohmah artinya cinta yang mendalam, biasanya sudah tak bersifat fisikly ~ menua bersama pasangan, telah ada kesejiwaan.

✉Yang membahagiakan dan bisa dinikmati pasangan sehingga langgeng adalah kesejiwaan yaitu bisa saling bersahabat. Hingga kakek nenek.

✉Dimulai dengan saling memahami, lalu mendekat, saling menyesuaikan, hingga mencapai kesejiwaan (satu jiwa)

🍀KELUARGA BERVISI SURGA artinya KELUARGA YANG SUKSES DUNIA AKHIRAT.🍀

🔎 Bagaimana caranya?
1⃣Bagaimana menginventarisasikan visi tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, ketika salah satu ada yg marah, yg lain mengingatkan, siapa yg mau surga jangan marah. ~ mengingatkan tentang surga
2⃣Membandingkan masalah dengan visi surga yang dimiliki.
selesaikan masalah-masalah kecil
toleransi terhadap kekurangan pasangan.

Semoga Allah senantiasa memberikan taufik dan hidayahnya kepada kita semua. Aamiin.

Wallahu’alam bishawab.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

By: Fitria Rahmu

Reposted by :

Team Syiar IHQ🌴
💢🔷ODOJ🔷💢

By Tya Nurdina Posted in Uncategorized

Kisah tabiin: Uwais Al Qorni,

Sosok tabiin mulia ini sebenarnya hidup di masa Rasulullah. Namun, karena tidak ditakdirkan berjumpa dengan beliau maka bukan berkategori sahabat. Definisi sahabat dalam ilmu hadis adalah mereka yang hidup di masa Rasulullah, beriman kepadanya, dan pernah berjumpa atau melihat wajah Rasulullah meski sekali.

Uwais, pemuda asal Qarn, Yaman, ini hari itu berpamitan kepada ibunya untuk pergi ke pasar ternak. Ibunya yang sudah sepuh dan lumpuh memberinya restu. Di salah satu sudut pasar, pemuda bersuku Murad ini membeli lembu atau kerbau yang masih kecil. Setelah deal harga, lelaki berwajah belang karena penyakit sopak ini membawanya pulang dengan memanggulnya.

Hari-hari Uwais yang dikenal sebagai penggembala kambing kini dilaluinya dengan aktivitas yang “aneh”. Setiap pagi dan sore, Uwais menggendong lembunya dari rumah menuju bukit yang ia buatkan kandang di atasnya. Jelas saja, aktivitas “nyeleneh” ini hanya menambah daftar cemoohan orang kepadanya, yang memang bagi Uwais sendiri merupakan menu akrab sejak sepeninggal ayahnya, Amir ibn Juz ibn Murad al-Qairani. Lebih-lebih setelah Uwais mengidap penyakit sopak yang membelangkan tubuhnya. Panggilan gila sering mampir di telinganya.

Begitulah kini hari-hari seorang Uwais; memanggul lembu dari rumah ke bukit. Dinikmatinya setiap ejekan tetangga karena dalam benaknya hanya satu; fisiknya semakin hari semakin kuat hingga jelang bulan haji ia bisa menggendong sang ibu untuk berangkat menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Bakkah atau Makkah.

Rupanya itu jawabannya, ia membeli lembu kecil dan memanggulnya setiap hari dalam rangka melatih fisiknya supaya terbiasa dan kuat saat bulan haji nanti tiba. Sejak ibunya yang buta dan lumpuh itu menyampaikan hasrat hatinya ingin berangkat haji, Uwais hanya bisa memaku-merenung. Dirinya bukan orang berpunya, hasil gembala kambing habis hanya untuk makan dirinya dan ibunya di hari itu. Sedangkan, ia teramat ingin membahagiakan sang ibu. Sehingga, tercetuslah ide membeli lembu.

Kini, bobot lembu sudah mencapai 100 kg dan aktivitas “nyeleneh” ini pun disudahinya. Dan ,di pagi itu Uwais merapat kepada sang bunda. “Ibu, mari kita berangkat haji!”

“Dengan apa, Nak? Mana ada bekal untuk ke sana?” sahut sang ibu dengan raut kaget.

“Mari Bu, aku gendong Ibu. Perbekalan insya Allah cukup. Jatah makanku selalu aku tabung. Fisik ini insya Allah sudah cukup kuat!” ujar Uwais meyakinkan sang ibu.

Sang ibu hanya bisa memburai air mata. Dan, pagi itu Uwais sang anak saleh ini menyaruk kaki, melintasi sahara panas dengan menggendong sang ibu tercinta. Berminggu-minggu ia lewati perjalanan mission impossible sejauh 600 km ini dengan penuh ikhlas dan sabar. Sampai akhirnya Ka’bah pun sudah berada persis di depan matanya. Mereka berdua pun akhirnya berhaji, menyempurnakan keberislaman mereka.
[23/5 9:25 PM] ‪+62 896-1574-1676‬: Hari berganti dan musim berlalu, dan kerinduan yang tak terbendung membuat hasrat untuk bertemu tak dapat dipendam lagi. Uwais merenungkan diri dan bertanya dalam hati, kapankah ia dapat menziarahi Nabinya dan memandang wajah beliau dari dekat ?
Tapi, bukankah ia mempunyai ibu yang sangat membutuhkan perawatannya dan tak tega ditingalkan sendiri, hatinya selalu gelisah siang dan malam menahan kerinduan untuk berjumpa.

Akhirnya, pada suatu hari Uwais al Qarni mendekati ibunya, mengeluarkan isi hatinya dan memohon izin kepada ibunya agar diperkenankan pergi menziarahi Nabi Saw di Madinah. Sang ibu, walaupun telah uzur, merasa terharu ketika mendengar permohonan anaknya.
Beliau memaklumi perasaan Uwais al Qarni, dan berkata : “Pergilah wahai anakku ! temuilah Nabi Saw di rumahnya. Dan bila telah berjumpa, segeralah engkau kembali pulang”.
Dengan rasa gembira ia berkemas untuk berangkat dan tak lupa menyiapkan keperluan ibunya yang akan ditinggalkan serta berpesan kepada tetangganya agar dapat menemani ibunya selama ia pergi.

Sesudah berpamitan sambil menciumi sang ibu, berangkatlah Uwais al Qarni menuju Madinah yang berjarak kurang lebih 400 kilometer dari Yaman. Medan yang begitu ganas dilaluinya, tak peduli penyamun gurun pasir, bukit yang curam, gurun pasir yang luas yang dapat menyesatkan dan begitu panas di siang hari, serta begitu dingin di malam hari, semuanya dilalui demi bertemu dan dapat memandang sepuas-puasnya paras baginda Nabi Muhammad Saw yang selama ini dirindukannya.

Tibalah Uwais al-Qarni di kota Madinah. Segera ia menuju ke rumah Nabi Muhammad Saw, diketuknya pintu rumah itu sambil mengucapkan salam.

Keluarlah sayyidatina ‘Aisyah R.ha sambil menjawab salam Uwais al Qarni. Segera saja Uwais al Qarni menanyakan Nabi yang ingin dijumpainya. Namun ternyata Nabi Muhammad Saw sedang tidak berada di rumah melainkan sedang berada di medan perang. Betapa kecewa hati sang perindu, dari jauh ingin berjumpa tetapi yang dirindukannya tak berada di rumah.

Dalam hatinya bergolak perasaan ingin menunggu kedatangan Nabi Muhammad Saw dari medan peperangan.
Tapi, kapankah beliau pulang ?
Sedangkan masih terngiang di telinganya akan pesan ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan itu, agar ia cepat pulang ke Yaman,” Engkau harus lekas pulang”.
Karena ketaatan kepada ibunya, pesan ibunya tersebut telah mengalahkan suara hati dan kemauannya untuk menunggu dan berjumpa dengan Nabi Muhammad Saw.
Ia akhirnya dengan terpaksa mohon pamit kepada sayyidatina ‘Aisyah R.ha untuk segera pulang ke negerinya. Dia hanya menitipkan salamnya untuk Nabi Muhammad Saw dan melangkah pulang dengan perasaan haru.

Sepulangnya dari perang, Nabi Muhammad Saw langsung menanyakan tentang kedatangan orang yang mencarinya. Nabi Muhammad Saw menjelaskan bahwa Uwais al-Qarni adalah anak yang taat kepada ibunya. Ia adalah penghuni langit (sangat terkenal di langit).

Mendengar perkataan Rasulullah Saw, sayyidatina ‘Aisyah R.ha dan para sahabatnya tertegun.

Menurut informasi sayyidatina ‘Aisyah R.ha, memang benar ada seseorang yang mencari Nabi Saw dan segera pulang kembali ke Yaman, karena ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat meninggalkan ibunya terlalu lama.

Rasulullah Saw bersabda : “Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia (Uwais al-Qarni), perhatikanlah, ia mempunyai tanda di tengah-tengah telapak tangannya.”

Sesudah itu beliau Saw, memandang kepada sayyidina Ali R.a dan sayyidina Umar R.a dan bersabda : “Suatu ketika, apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah do’a dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit dan bukan penghuni bumi”.
[23/5 9:27 PM] ‪+62 896-1574-1676‬: Beberapa waktu kemudian, tersiar kabar kalau Uwais al-Qorni telah pulang ke rahmatullah. Anehnya, pada saat dia akan dimandikan tiba-tiba sudah banyak orang yang berebutan untuk memandikannya. Dan ketika dibawa ke tempat pembaringan untuk dikafani, disana sudah ada orang-orang yang menunggu untuk mengkafaninya.
Demikian pula ketika orang pergi hendak menggali kuburnya. Di sana ternyata sudah ada orang-orang yang menggali kuburnya hingga selesai. Ketika usungan dibawa menuju ke pekuburan, luar biasa banyaknya orang yang berebutan untuk mengusungnya.

Dan Syeikh Abdullah bin Salamah menjelaskan, “ketika aku ikut mengurusi jenazahnya hingga aku pulang dari mengantarkan jenazahnya, lalu aku bermaksud untuk kembali ke tempat penguburannya guna memberi tanda pada kuburannya, akan tetapi sudah tak terlihat ada bekas kuburannya.
(Syeikh Abdullah bin Salamah adalah orang yang pernah ikut berperang bersama Uwais al-Qorni pada masa pemerintahan sayyidina Umar R.a.)

Meninggalnya Uwais al-Qorni telah menggemparkan masyarakat kota Yaman. Banyak terjadi hal-hal yang amat mengherankan. Sedemikian banyaknya orang yang tak dikenal berdatangan untuk mengurus jenazah dan pemakamannya, padahal Uwais al Qarni adalah seorang fakir yang tak dihiraukan orang.
Sejak ia dimandikan sampai ketika jenazahnya hendak diturunkan ke dalam kubur, di situ selalu ada orang-orang yang telah siap melaksanakannya terlebih dahulu. Penduduk kota Yaman tercengang.

Mereka saling bertanya-tanya: “Siapakah sebenarnya engkau wahai Uwais al-Qorni ? “

Bukankah Uwais al Qarni yang kita kenal, hanyalah seorang fakir yang tak memiliki apa-apa,
yang kerjanya hanyalah sebagai penggembala domba dan unta ?
Tapi, ketika hari wafatmu, engkau telah menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal.
Mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya. Agaknya mereka adalah para malaikat yang di turunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamannya.

By Tya Nurdina Posted in Uncategorized

🏡OASE DAKWAH Senin, 13 April 2015 Apa Yang Kau Tunggu? Oleh : Satria

Apa yang kau tunggu ?
Apakah pelangi yang indah itu?
Yang datang setelah hujan berderu.
Namun hilang ketika matahari mulai beradu.

Tak usah kau tergoda dengan indah semata.
Yang hanya menjadi pemuas sementara.
Enak dan nikmatnya tak kekal adanya.
Siksa dan adzabNya kan kau terima di akhirat sana.

Bolehlah jika sekedar keperluan.
Tak lebih serta sesuai kepentingan.
Jangan kau coba nafsu tuk dikenyangkan.
Ia seperti air laut yang membentang.
Tak kan bisa dengannya haus dihilangkan!

Apa yang kau tunggu lagi?
Apakah wangi bunga yang halangi?
Atau pesona mawar yang menarik hati?

Jangan kau bilang aku tak suka.
Wangi bunga dan keindahannya.
Aku juga manusia sama seperti lainnya.
Tak bisa hilang begitu saja.
Namun satu yang harus kau jaga.
Yang kan menjadi teman di kubur sana.
Hanya amal sholih, tidak selainnya!

Jangan kau bilang aku sok idealis.
Walau aku terkadang berbicara kritis.
Bukan maksud juga buat kau menangkis.
Cinta ini yang buatku menangis.
Kau saudaraku yang kucinta, walau kau tepis.

Biarlah bunga-bunga itu bertebaran.
Biarlah mawar itu bermekaran.
Jika bukan milikmu tak usah hiraukan.
Yakinlah kelak ia akan datang dan berjalan.
Sekuntum bunga yang kau dambakan.
Yang disimpan rapi hanya untukmu, oleh Ar Rahman.

Lalu, apa lagi yang kau tunggu?

Divisi Tarqiyah Imaniyah PSDM ODOJ
DTI/26/13/04/2015
oaseodoj@gmail.com

By Tya Nurdina Posted in Uncategorized

Wacana bermutu Muslimah

[10/4 7:15 AM] ‪+62 812-1450-0055‬: 🍄 WBM 🍄
〰〰〰〰
Wacana Bermutu bagi Muslimah 

WBM/17/AHQ-IHQ🌴/DK-ODOJ

💍Mahalnya sebuah Hidayah💎
 
🐚Saudaraku, bilamana Anda mendapati atau melihat pasangan hidup Anda atau anak-anak Anda, atau saudara-saudara Anda, atau bahkan orang tua Anda tengah berada di sebuah jalan yang gelap, Anda mengetahui bahwa mereka membutuhkan penerang agar mereka dapat melihat dengan jelas jalan atau sesuatu yang ada di sekelilingnya sehingga mereka tidak mengalami kesulitan atau bahkan sesat di jalan
sehingga  tidak sampai pada tempat tujuan yang dimaksudkan, maka adalah kebaikan bagi Anda manakala Anda mengusahakan untuk memberikan penerang kepada mereka.

🍁Karena, dengan hal itu anda tengah berupaya untuk menyelamatkan mereka dari bahaya yang boleh jadi akan menimpa mereka.
 
🐚Saudaraku, begitu pulalah yang hendaknya Anda lakukan manakala Anda mendapati atau melihat mereka  berada di jalan kesesatan, jalan yang gelap karena tidak mendapatkan pancaran cahaya petunjuk Allah dan RasulNya shallallahu ‘alaihi wasallam, berlumur noda kemaksiatan baik dalam skala kecil maupun besar, apalagi bila mana mereka tengah terkungkung dalam lobang kekafiran dan kesyirikan. 

🍒Sungguh, Rasulullah adalah sebaik-baik teladan, perhatikanlah …
Sepenggal kisah yang diceritakan sahabat mulia Abu Hurairah ra, kepada Yazid bin Abdurrahman ra, sebagaimana yang diriwayatkan Imam Muslim di dalam kitab shahihnya,  bahwa : 
” Yazid bin Abdurrahman berkata, Abu Hurairah pernah bercerita kepadaku,
 
🐚’Dahulu aku mendakwahi ibuku yang masih dalam kesyirikan untuk masuk Islam. Suatu hari, aku ajak beliau (untuk masuk Islam), (Namun justru) ibu melontarkan kepadaku perkataan terntang Rasulullah yang tidak aku sukai.

🍒 Kemudian aku mendatangi Rasulullah dalam keadaan menangis. 

🐚Aku berkata, “Wahai Rasulullah, aku sudah mengajak ibu untuk memeluk Islam, akan tetapi beliau masih menolak ajakanku. Hari ini, aku mengajaknya untuk masuk Islam, tapi justru beliau melontarkan perkataan tentang engkau hal yang aku benci.

🍁 Mohon doakanlah agar Allah memberi hidayah kepada ibu Abu Hurairah. Kemudian, Rasulullah memanjatkan doa, اللَّهُمَّ اهْدِ أُمَّ أَبِى هُرَيْرَةَ  Ya Allah, berilah hidayah bagi Ibu Abu Hurairah.
(Usai mendengar doa ini) aku (Abu Hurairah) bergegas pulang dengan perasaan gembira dengan doa Nabi Allah.

🍓Ketika sampai rumah dan mendekati pintu, ternyata aku dapati pintu dalam keadaan tertutup. Ketika mendengar suara langkahku, Ibu berkata, “Berhenti (di depan pintu dulu), wahai Abu Hurairah”
Aku mendengar suara air. Ibu sedang mandi, kemudian mengenakan pakaiannya dan segera mengenakan kerudungnya. 

🍋Tak lama kemudian beliau membukakan pintu seraya berkata, “ wahai Abu Hurairah, asyhadu an Laa Ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluhu(aku bersaksi tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya.

🐚Aku langsung menuju Rasulullah, aku datangi beliau dalam keadaan menangis karena gembira (atas keislaman ibu). Aku berkata, “ wahai Rasulullah, Allah telah mengabulkan doamu dan memberikan hidayah kepada ibu Abu Hurairah “. Lantas beliau memuji dan menyanjung Allah dan berkomentar baik…(HR. Muslim, no. 2491)
 
______________________
Disebarluaskan oleh :

💍💎💍💎💍💎💍💎  

WhatsApp@DakwahAlSofwa

Reposted by IHQ🌴
📚Menyampaikan dgn hati📚
[11/4 7:20 AM] ‪+62 857-5958-4687‬: 🍄 WBM 🍄
〰〰〰〰
🌻Wacana Bermutu bagi Muslimah 🌻

WBM/18/AHQ-IHQ🌴/DK-ODOJ

Stop menggunakan kalimat
⛔ “Semua Akan Indah Pada Waktunya”⛔

By :syekh Ali Jaber

🐚🐌🐚🐌🐚🐌🐚🐌

🌴”Semua Akan Indah Pada Waktunya”

Sebuah kalimat yang sering sekali kita dengar, kalimat yang kesannya romantis dan penuh harapan, atau juga kalimat untuk menghibur diri yang tidak mendapatkan apa yang diinginkan tepat pada waktunya. Tapi nampaknya seorang muslim harus berhenti menggunakan kalimat tersebut.

🍂MENGAPA…??
Karena kalimat tersebut merupakan kutipan ayat bibel, tepatnya Pengkhotbah 3 ayat 11. ”Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan ia memberikan kekekalan dalam hati mereka.

🍀“Bahkan kalimat “indah pada waktunya” menjadi syi’ar agama nashrani yang dinyanyikan dalam berbagai versi lagu rohani.

Ingat sabda Nabi ”Sungguh kalian akan mengikuti sunnah – sunnah yang ada pada umat sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta. Hingga seandainya mereka masuk ke lubang biawak, niscaya kalian akan mengikutinya pula”.

🌼Ketika para Sahabatnya bertanya, ‘wahai Rasululloh, apakah mereka Yahudi dan Nashrani?’
Beliau menjawab,
’jika bukan mereka, siapa lagi?’
(Muttafa qun’alaih)

🌻Maka dari itu, berhentilah memakai kalimat tersebut. Jika kita belum mendapatkan sesuatu yang kita inginkan maka lebih baik katakan
“Alhamdulillah ‘Ala Kulli Haal”
– segala puji bagi Allah atas segala sesuatu. Wallahu’alam.

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

Cara Masuk Surga Sekeluarga…

☁⛅☀☁⛅☀☁⛅

Oleh Ustadz Bachtiar Nasir

🍲1. Coba suatu hari ingatkan seluruh anggota keluarga begini;
“Kita kerjasama agar masuk surga sekeluarga yuk?”

🍡2. Bagaimana caranya?
Lihat surat Ath Thur 25-26. 

“Para penghuni Surga membocorkan rahasianya bagaimana cara masuk Surga sekeluarga. Mau tau?”

🍳3. Ceritanya penghuni Surga saling bercengkrama berhadap-hadapan, masing-masing bertanya jawab bagaimana keluarga kalian dulu, koq bisa masuk Surga?

🍫4. Jawabnya seragam;
“Kami bisa masuk Surga karena dulu di Dunia, dikeluarga kami saling mengingatkan satu sama lain tentang siksa pedih Neraka”.

🍛5. Karenanya Visi rumah tangga orang beriman adalah:
“Peliharalah dirimu dan keluargamu dari siksa Neraka”
(At Tahrim; 6).
Ya Rabb, bagus!.

🍔6. Rumahku Surgaku, akan terjadi jika masing-masing anggota keluarga memelihara dirinya dan mengingatkan anggota keluarga lainnya dari siksa Neraka.

🍕7. Siapa yang tak sedih jika ada salah seorg anggota keluarganya (ayah, ibu, kakak atau adik) terjerumus ke lingkungan siksa “Neraka”?.

🍮8. Setiap anggota keluarga pasti sangat sedih jika Bahtera Keluarga pecah dan karam akibat terpaan gelombang kehidupan dunia yang mematikan.

🍦9. Agar masuk Surga sekeluarga, ingatkan anggota keluarga kita yang sedang khilaf berbuat dosa atau lalaikan perintah Allah, jangan dibiarkan.

🍰10. Jangan kecewa kalau peringatan kita diabaikan, atau malah dilecehkan, karena dakwah di tengah keluarga kadang lebih berat, jangan lupa doakan.

🍟11. Nabi Nuh as tak pernah bosan mengingatkan anaknya yg tersesat, Nuh as terus mendoakannya sampai akhirnya Allah tenggelamkan Kan’an.

🍜12. Nabi Luth as tak pernah berhenti memperingatkan isterinya yang membangkang, sampai akhirnya Allah binasakan isterinya bersama kaum Sodom.

🍸13. Asiah binti Muzahim, tertatih -tatih peringatkan suaminya Fir’aun, konsisten mendidik Masyithah & Musa as, akhirnya Asiah yang dibunuh Fir’aun.

🍞14. Habil tak pernah takut mengingatkan dan menasehati kakaknya Qabil, rasa iri dan dengki berkecamuk sampai akhirnya Habil dibunuh Qabil.

🍨15. Agar bisa masuk Surga sekeluarga perlu perjuangan dan pengorbanan yang besar, selain itu kesabaran dan konsistensi juga harus dilakukan.

🍧16. Ingatkan suami agar bekerja ditempat yang halal, jangan bawa pulang penghasilan yg haram, krn akan jadi bahan bakar neraka Rumah Tangga.

🍹17. Ingatkan isteri agar memperhatikan Pola Konsumsi Halal untuk keluarga, anak-anak akan susah diajak taat dan ibadah jika mengkonsumsi yang haram.

🍷18. Ingatkan anak-anak bahwa bahan bakar Neraka adalah Batu dan Manusia, jangan sampai salah seorang dari kita jadi bahan bakarnya Neraka.

🍧19. Ceritakan bahwa penjaga Neraka adalah Para Malaikat Perkasa yang kuat dan kasar, mereka tak pernah khianati Allah & pasti laksanakan perintahNYA.

☕Semoga bermanfaat buat kita dan keluarga kita masing-masing.

🚋Selamat akhir pekan yang indah bersama keluarga kita sampai akhirat yang khusnul khotimah

Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin

Reposted by IHQ🌴
📚Menyampaikan dgn hati📚

By Tya Nurdina Posted in Uncategorized

Tanya Jawaba SYari’ah

TANYA JAWAB SYARI’AH ~TJS

📩 009/TJS-IHQ🌴/REG-S
📆 4 Maret 2015

💖✨💖✨💖✨💖✨💖✨💖

1⃣IHQ 9
📝Umi mau tanya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَنْ قُتِلَ دُوْنَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ “Barangsiapa terbunuh karena mempertahankan hartanya maka ia mati syahid..”. (HR. al-Bukhari: 5/93, Muslim: 1/87)
Maksud “mempertahankan harta” yang tercantum dlm HR Bukhari Muslim diatas itu seperti apa ya? Apakah terhitung mati syahid apabila kita meninggal karena mempertahankan harta kita yang dijambret?

❤Jawab :
Benar, mempertahankan harta 💰💰yaitu ketika harta kita diusik atau hendak dijarah, maka kewajiban kita adalah mempertahankannya dgn segenap kemampuan yg kita miliki. Jika kita ditakdirkan mati ketika mempertahankannya, maka berlakulah hadits tsb kpd kita…
و الله أعلم

💫(Ustadz Satria)💫

والله أعلم بالصواب

Tim Assatidz IHQ🌴
❤❤❤❤❤❤❤❤❤

2⃣ IHQ 1,10
batasan aurat🙅 dg wanita non muslim bagaimana?
Oiya mbk afwan, saya keinget sama pertanyaan yg dulu ttg aurat. “apakah tdk boleh menampakkan aurat depan wanita non muslim “?

💟Jawab:
adapun batasan aurat seorang wanita muslimah terhadap non muslim sama seperti batasan aurat terhadap laki2 non muhrim, adapun batasan auratnya adalah seluruhnya mulai dari ujung kaki hingga ujung rambut kecuali muka dan telapak tangan

Allah berfirman dalam 📖surat annur ayat 31

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

📚Artinya: Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.
Maka diayat ini Allah tegaskan bahwa diantara yang boleh kita menampakkan auratnya adalah kepada wanita2 muslimah, maka kita wajib menutup aurat kita dihadapan wanita non muslim sebagaimana kita menutupinya di depan laki2 non mahram.
Wallahu a’lam

💫(Bunda Enung)💫

والله أعلم بالصواب

Tim Assatidz IHQ🌴
❤❤❤❤❤❤❤❤❤

3⃣ Klo kita tanpa sengaja salah bacaan dalam sholat, seperti misal nya, pada waktu duduk tahiyat awal tapi keterusan bacaan nya jd bacaan duduk tahiyat akhir, atau pada saat bacaan surat ad yg salah itu gimana? Apa harus diulang sholat nya ato bacaan nya?

🔐 Jawab :

3 keadaan yang tidak dihitung dosa serta dimaafkan dari seorang hamba☝
1. Gila sampai ia sadar😌
2. Lupa sampai dia ingat:oops:
3. Tidur😴 sampai ia bangun:)

Sebagaimana firman Allah swt 📖

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. (QS. Al-Baqarah : 286)

💫(Ustadz Satria)💫

والله أعلم بالصواب

Tim Assatidz IHQ🌴

✨💖❤💖❤💖❤💖❤💖❤💖✨
[9/3 9:00 PM] ‪+62 823-5338-4597‬: 🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀

TANYA JAWAB SYARI’AH ~ TJS

📩 008/TJS-IHQ🌴/REG-S
📆 3 Maret 2015

⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳

1⃣ IHQ 5, 11
👑 Saya pengen tanya bunda, setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, baik yg disadari ataupun tidak, sebagai seorang awam yg ingin menjadi wanita super yang memiliki kerajinan dalam hal menuntut ilmu seperti yg disebutkan diatas, bagaimana langkah kita untuk memulai bangkit, berubah, bagaimana kiat2 untuk senantiasa menjaga Keimanan, melawan kemalasan, bagaimana mempertahankan apa yg telah kita capai.

📚Jawab:
Untuk memulai suatu kegiatan, kita harus tau dulu, apa manfaatnya?
Ilmu memiliki banyak keutamaan, diantaranya:

🍃1. Ilmu adalah amalan yang tidak terputus pahalanya sebagaimana dalam hadits: ”jika manusia meninggal maka terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara: shodaqoh jariahnya, ilmu yang bermanfaat dan anak yang sholeh yang mendoakan kedua orang tuanya,” (HR Bukhori dan Muslim)📖

2🍃. Menjadi saksi terhadap kebenaran. QS. Ali Imran 18)🌞

🍃3. Allah memerintahkan kepada nabinya Muhammad SAW untuk meminta ditambahkan ilmu. QS.Thahaa 114)📝

🍃4. Allah mengangkat derajat orang yang berilmu. (… Allah mengangkat orang beriman dan memiliki ilmu diantara kalian beberapa derajat dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan). (QS. Mujadilah 11)📹

🍃5. Orang berilmu adalah orang yang takut Allah (…. sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hambanya hanyalah orang-orang yang berilmu). (QS. Fathir 25).👑

🍃6. Allah ta’ala berfirman dalam QS. Al-Baqarah 269:

يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَن يَشَآءُ وَمَن يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَايَذَّكَّرُ إِلاَّ أُوْلُوا اْلأَلْبَابِ

“Allah menganugerahkan al-Hikmah (kefahaman yang dalam tentang al-Qur’an dan as-Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugerahi al-Hikmah, dia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).” (Al-Baqarah: 269).

🍃7. Ilmu merupakan tanda kebaikan Allah kepada seseorang ”Barang siapa yang Allah menghendaki kebaikan padanya, maka Allah akan membuat dia paham dalam agama,” (HR Bukhari dan Muslim).⏰

🍃8. Menuntut ilmu merupakan jalan menuju surga, ”Barang siapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga,” (HR Muslim)💞

🍃9. Diperbolehkannya ”hasad” kepada ahli ilmu,”Tidak hasad kecuali dalam dua hal, yaitu terhadap orang yang Allah beri harta dan ia menggunakannya dalam kebenaran dan orang yang Allah beri hikmah lalu ia mengamalkannya dan mengajarkannya,” (HR Bukhari )🎀

🍃10. Malaikat akan membentangkan sayap terhadap penuntut ilmu, ”Sesungguhnya para malaikat benar-benar membentangkan sayapnya karena ridho atas apa yang dicarinya,” (HR. Ahmad )💫

✨Dan untuk mempertahankan semangat kita untuk menambah ilmu itu harus ada teman baik itu suami, anak, murid atau siapa saja sebagai pengingat dikala kita lupa atau lemah.

فعليك بالجماعة، فإنما يأكل الذئب من الغنم القاصية”.

📝Karena itu tetaplah kalian (shalat) berjamaah, karena sesungguhnya serigala itu hanya akan menerkam kambing yang sendirian (jauh dari kawan-kawannya).

عليكم بالجماعة وإياكم والفرقة فإن الشيطان مع الواحد وهو من الاثنين أبعد…”.
Hendaklah kalian berjamaah, dan berhati2lah terhadap perpecahan, karena sesungguhnya setan bersama orang yang sendirian, dan dia dari dua orang lebih jauh.

🌷Dan jangan lupa berdo’a.

: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ، وَقَهْرِ الرِّجَالِ
Ya Allah, aku memohon perlindungan denganMu daripada keluh kesah dan kesedihan, rasa lemah dan kemalasan, Aku memohon perlindungan denganMu daripada sifat penakut dan kebakhilan, dan aku mohon perlindungan denganMu dari bebanan hutang dan dikuasai seseorang.
(HR. Abu Daud)

💞(Ustadzah Enung)

Wallahu A’alaam Bishowab

Tim Assatidz IHQ🌴

⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳

2⃣ IHQ 9
📚Mengenai pernikahan, apakah menolak niat baik seorang laki2 yg belum lama dikenal mengajak tuk menikah n ingin mendapat jawaban yg cepat dari wanita tsb namun hati ini belum yakin n mantap untuk menerimanya. Apakah menolaknya itu keputusan yg baik atau tidak? Dan Bagaimana hukumnya menolak pinangan laki2 baik2?

📖Jawab:
Ukhti sholihah💕 jika ditanya siapa yang siap untuk menikah. maka tidak akan ada yang 100% siap 😥

untuk memantapkan hati❤↪ sholat dan do’a istikharah yg khusyu. minta petunjuk kepada Allah. lalu upayakan untuk mengetahui informasi tentang ikhwan ini baik dari biodata, atau pun mengetahui asal usul keluarga nya. jika ternyata dr keluarga baik2, orangnya juga baik, kenapa tidak?

ketika kita menolak laki2 yg baik💔
apakah kita tahu, akan ada yang lebih baik daripada dia?
✨inti dari istikharah kan, minta yg terbaik pilihan Allah. jika baik, mudahkan, dekatkan. kalaupun bukan yg terbaik, maka Allah akan ganti dengan yg lebih baik. Sebanyak apapun informasi tentang pribadi seorang ikhwan, bukan berarti akan menghindarkan kita dari konflik rumah tangga. Karena itu adalah salah satu proses untuk menyatukan dua hati dan fikiran yang berbeda.
Hukum menolak laki2 baik dari sisi agamanya. sebenarnya boleh2 saja jika memang tidak sreg dengan orangnya, bukan membenci keshalihannya. Ini pernah terjadi pada Umar ra. ketika bliau hendak meminang Ummu kultsum binti abu bakar. Ummu kultsum takut dengan tampang umar yg terkesan garang.(Ummu kultsum msh amat muda). Akhirnya umar menikah dgn Ummu kultsum binti Ali ra.

💖(Ustadzah Enung)

Wallahu A’alaam Bishowab

Tim Assatidz IHQ🌴

⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳

3⃣ IHQ 6
bagaimana sebenarnya hukum mempercayai mimpi? Nabi Yusuf pernah menafsirkan mimpi al-Aziz dan itu benar kejadiannya sesuai yg blio tafsirkan artinya, mimpi al-Aziz benar bukan, menjadi sebuah isyarat tentang kejadian yg akan terjadi di sisi lain, kita tdak boleh percaya mimpi, seperti halnya mempercayai kicauan burung tertentu sebagai isyarat akan terjadi sesuatu bagaimana penjelasan hal ini… jazaakillah khair

✅Jawab:
📚Ibnu Sirin di dalam kitabnya Tafsirul Ahlaam (tafsir mimpi) mengatakan bahwa mimpi itu terbagi menjadi dua,
1.💫Ar ru’ya as shohih (mimpi yg benar), yaitu mimpiny org2 yg beriman dan bertaqwa. Dan mimpi jenis ini adlah mimpi yg memang benar dan akan terjadi setelah ditakwil dan diceritakan, sebagaimana mimpi nabi Yusuf dan mimpi para sahabat, orang2 sholih dan lainnya.

2.✨ Al hulmu al baathil (mimpi yang buruk/salah):twisted:↪ yaitu mimpi yg berasal dari setan. Mimpi jenis ini hanyalah mimpi kosong tanpa makna dan arti, biasanya mimpi jenis ini sering dialami oleh orang2 kafir, munafiq, atau org2 yg banyak melakukan dosa.
📖Ibnu Sirin jg menjelaskan sebuah hadits yg mengatakan bahwa mimpi itu (baik yg shohih atau bathil) akan terjadi ketika diceritakan dan ditakwilkan (diartikan). Oleh karenanya, sunnah ketika memperoleh mimpi indah adalah menceritakannya dan minta ditakwil, agar ia benar2 terjadi. Dan makruh hukumnya menceritakan mimpi buruk yg mungkin menimpa kita… وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

✨(Ustadz Satria)

Wallahu A’alaam Bishowab

Tim Assatidz IHQ🌴

🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀

📩 011/TJS-IHQ🌴/REG-S
📆 9 Maret 2015

🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃𳐽𳐽𳐽𳠽𳠽
𳐽𳠽𳐽𳐊
⭐1. IHQ 3
Assalamualaikum mba,
Cara mendidik anak dalam islam gimana? apa boleh anak itu dimarahin?

☔Jawab:
Orang tua harus memiliki power didepan anak sebagai suatu strategy mendidik. Agar anak tidak meremehkan orang tua. Dan bagi anak2 tertentu memang mereka jika perlu untuk dikerasi boleh saja asal tetap dalam koridor mendidik ya. Hanya saja mendidik dengan kasih sayang dan kelembutan jika anak bisa menjadi lebih baik. Tentu hal seperti ini yang ideal. Artinya bahwa kekerasan yang kita terapkan kepada anak2 tidak boleh menjadi suatu bumerang juga yang akhirnya membentuk karakter anak tsb menjadi seorang yang pemberang, kasar dan keras hati. Karena itu tempatkan sikap keras itu sebatas ketegasan dalam rangka menegakkan penanaman suatu nilai2 kebaikan kepada anak. Sehingga mereka tahu juga kapan kita harus keras dan tegas. Dan kapan kita harus lembut dan fleksible.

والله أعلم بالصواب

Tim Assatidz IHQ🌴

📚📚📚📚

⭐2. Apakah tidak boleh seorang akhwat menjadi aktivis? Mengikuti berbagai kajian untuk menambah ilmu. Dan emang tidak boleh yaa, akhwat ke luar kota, banyak akhwat kok yang ikut. Tujuannya untuk mabit dan refresing. Ga yg aneh2 kok. Hmm Karena saya pernah ditegur, katanya akhwat itu lebih baik dirumah saja. Karena akhwat sumber fitnah dan lebih baik kalau keluar rumah harus ada makhramnya. Saya jadi bingung apa yg harus saya lakukan. Saya sudah terbiasa pergi sendiri dengan akhwat2. Dan sekarang saya minta pencerahan dari teteh.

✏ Jawab:
➡ Dibolehkan wanita muslimah dan aktivis muslimah keluar rumah/kota/ negeri, baik itu utk haji/ umroh, tholabul ‘ilmi, da’wah ilallah, silaturrahim, bekerja, dauroh/mabit dan hajat lain yg bermanfaat. Dibolehkannya dg syarat:
🌱 ada ghorodh (tujuan) yg baik lillahi ta’ala.
🌱 menjaga adab adabny, di antaranya:
– Tidak tazyiin (menampakan aurat kecuali yg biasa nampak seperti telapak tangan dan wajah dan tidak berhias berlebihan) (QS. An-Nur: 31).
– Tidak ikhtilat (berduan dg lelaki yg bukan mahram, dan atau berbaur dg lelaki tanpa ada teman wanita lain).
– Berpakaian syar’i (berhijab menutupi aurat, tidak transparan dan tidak memperlihatkan lekukan tubuh).
🌱 Keluar sesuai hajatny dengan izin dari orang tua atau suaminya (bagi yg sdh menikah).
🌱 Pandai menjaga diri (kalau perlu belajar ilmu beladiri)
🌱 Adanya ta’-min keamanan (dibaca pake hamzah: artiny jaminan), jaminan dari pemerintah dan lembaga di bawahny akan kondisi negerinya yg aman, atau jaminan dari lembaga pendidikan atau yayasan atau KBRI (untuk yg tholabul ‘ilmi), jaminan dari lembaga da’wah atau yayasan (untuk para da’iyah), jaminan dari perusahaan (bagi pekerja wanita).
📌Dalil dan pendapat para ulama ahlussunnah dibolehkannya muslimah keluar rumah  :

# Hadits pertama:

Dari ‘Adiy bin Hatim, secara marfu’: “Hampir datang masanya wanita naik sekedup (kendaraan) seorang diri tanpa bersama suaminya dari Hirah menuju Baitullah.” (HR. Bukhari)

Hadits ini merupakan gambaran atas kejayaan Islam pada masa yang akan datang, sehingga keadaan sangat aman bagi wanita untuk bepergian jauh seorang diri. Hadits inilah yang dijadikan Imam Ibnu Hazm membolehkan wanita untuk keluar seorang diri tanpa mahram. Maka janganlah kita heran banyak ulama yang membolehkan wanita pergi seorang diri jika dalam keadaan aman dan jauh dari fitnah. Misalnya di Indonesia keamanannya terjamin maka dalil hadits di atas bisa diterapkan.

# Hadits kedua:

Imam Bukhari Rahimahullah meriwayatkan bahwa ‘Aisyah ra. dan Ummahatul Mukminin lainnya, pergi haji pada zaman khalifah Umar al-Faruq tanpa mahram yang mendampinginya, justru ditemani oleh Abdurrahman bin Auf dan Utsman bin Affan. Dan tak satu pun sahabat lain yang menentangnya, sehingga kebolehannya ini dianggap sebagai ijma’ sahabat. (Fathul Baari, 4/445)

# Sebagian ulama membolehkan muslimah bepergian ditemani oleh muslimah lain yang tsiqah (terpercaya) atau ditemani muslim (baca:pria) yg tsiqah.
Di antara para ulama yg membolehkan muslimah keluar rumah:

–  Imam Abul Ishaq Asy Syairazi dalam kitab Al Muhaddzab, membenarkan pendapat bolehnya seorang wanita bepergian (haji) sendiri tanpa mahram jika keadaan telah aman.

– Sebagian ulama madzhab Syafi’i membolehkannya pada semua jenis bepergian, bukan cuma haji. (Fathul Bari, 4/446. Al Halabi)

– Ini juga pendapat Imam Ibnul Arabi dalam kitab ‘Aridhah Al Ahwadzi bi Syarh Shahih At Tirmidzi. Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan: “Dalam kutipan Al Karabisi disebutkan bahwa perjalanan sendirian bisa dilakukan sepanjang jalan yang akan ditempuhnya dalam kondisi aman. Jika perjalanan ini diterapkan dalam perjalanan haji dan umrah maka sudah sewajarnya jika hal itu pun diterapkan pada semua jenis perjalanan sebagaimana hal itu dikatakan oleh sebagian ulama.” (Fathul Bari, 4/445)

➡ Adapun beberapa ulama mengharamkan keluarnya/safarny wanita dgn dalil berikut ini:
–  “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu…”. (QS. Al-Ahzab: 33)

–  Hadits pertama:
“Janganlah seorang wanita pergi kecuali dengan mahramnya.” (HR. Bukhari-Muslim)
– Hadist kedua:
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال النبي صلى الله عليه وسلم : لا يَحِلُّ لامْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاَللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ أَنْ تُسَافِرَ مَسِيرَةَ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ إلاَّ وَمَعَهَا حُرْمَـةٌ .
وَفِي لَفْظِ للْبُخَارِيِّ : أن تُسَافِرُ مَسِيرَةَ يَوْمٍ وليلة إلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَمٍ .

Dari Abu Hurairoh ra. berkata: Rasulullah saw bersabda: “Tidak dihalalkan bagi perempuan yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, untuk bepergian sehari semalam kecuali bersama mahromnya”. (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

– Hadits ketiga:
“Janganlah wanita melakukan safar selama 3 hari kecuali bersama mahramnya.” (Hadits shahih, dikeluarkan oleh Bukhari, Muslim, Ahmad dan Abu Dawud)

📌 Kesimpulan:
✅ Keumuman hukum wanita muslimah safar tanpa tujuan yg jelas adalah haram.
✅ Adapun kekhususan safar muslimah (seperti tholabul ‘ilmi, haji umroh, da’wah, bekerja, silaturrahim dan hajat lain yg baik) dibolehkan.
✅ Jika kekhususan safarnya itu lebih dr sehari semalam, maka harus berniat muqim (tinggal) wlpun muqim sehari semalam.
✅ Ketika antara beberapa dalil terdapat ta’arudh (bertolak belakang), maka gunakan kesinergisan dalam menerapkan suatu hukum, boleh menggunakan kekhususan dalil akan keumumannya sehingga keduanya tetap terjaga.

( ustadzah ade )

والله أعلم بالصواب

Tim Assatidz IHQ🌴

📚📚📚📚

🌳🍁🌳🍁🌳🍁🌳🍁🌳🍁🌳
[10/3 5:19 PM] ‪+62 857-5958-4687‬: ☁ ✈ ☁ ✈ ☁ ✈ ☁ ✈ ☁ ✈

9/3 4:07 PM] ‪+62 812-1450-0055‬: 1. Mba fine..
👉 Assalamualaikum..
Bun, afwan mau nnya..
Sesama muslim kan wajib mnjalin silahturahim.
Lalu bagaimana cara kita mnjalin silahturahim dng orang2 yg spertinya enggan mnjalin silahturahim dng kita.
Bagaimana baiknya sikap kita?

Bunda yang dirahmati ALLAH, benar sekali bahwa ALLAH sangat menyukai seorang muslim yang menjaga dan menyambung silaturrahim kpd kerabatnya. Sebagaimana tdpt pada hadist ini :

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: “مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ”. [رواه البخاري ومسلم واللفظ للبخاري]

Artinya: “Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw bersabda: “Barang siapa yang suka dilapangkan rezekinya atau ditambahkan umurnya maka hendaklah ia menyambung kekerabatannya”.” [HR. al-Bukhari dan Muslim]

Mengenai maksud menyambung silaturrahim, rasulullah SAW menerangkan
عن عبد الله بن عمرو بن العاص ـ رضي الله عنهما ـ عن النبي ـ صلى الله عليه وسلم ـ قال : ” ليس الواصل بالمكافئ ، ولكن الواصل الذي إذا قطعت رحمه وصلها “رواه أحمد ، والبخاري . وأبو داود ، الترمذي ، والنسائي .
Dari Abdullah bin Amr bin Al Ash-ra, dari Nabi Muhammad saw yang bersabda: “Bukanlah orang yang menyambung (silaturrahim) itu adalah orang yang membalas (kebaikan orang lain), akan tetapi penyambung itu adalah orang yang jika ada yang memutuskan hubungan ia menyambungnya.” HR. Ahmad, Al Bukhari, Abu Daud, At Tirmidzi dan An Nasa’i.

Perlu kita pahami perbedaan antara silaturrahim dan menjalin ukhuwwah (persaudaraan) dg sesama muslim yang bukan kerabat kita.
Kata silaturrahim terdiri dari 2 kata, yaitu ﺻﻠﺔ yang artinya menjalin, menyambung atau menghubungkan. Dan ﺍﻟﺮﺣﻢ  yang mempunyai arti; rahim wanita, kekerabatan dan kerabat dekat. Kerabat itu adalah mereka yang antara orang itu dengan lainnya ada ikatan nasab atau keturunan, baik ia mewarisinya atau tidak.   
Jadi, yang dimaksud dengan silaturrahim adalah kita berbuat baik kepada kerabat kita sesuai dengan keadaan kita dan keadaan mereka baik berupa infak, menyebarkan salam, berziarah (mengunjungi) atau membantu kebutuhan mereka. Makna secara keseluruhan silaturahim adalah memberikan kebaikan kepada orang lain dan menolak sedapat mungkin hal-hal yang buruk terhadap mereka sesuai kemampuan.
Adapun persaudaraan dalam islam itu lebih luas lg makna dan cakupannya. Kita dapat menjalinnya dgn sesama muslim dari negara atau daerah manapun yang seaqidah dg kita.Sebagaimana terdapat dlm QS. Al-hujurat : 10. Dalam persaudaraan itu ada hak dan kewajiban antar saudara yang perlu diperhatikan dan ditunaikan. Adapun saling mengunjungi dengan sesama saudara seaqidah lbh tepat menggunakan istilah ‘ziarah’ ke rumah saudara seiman.

ALLAH SWT membenci seorang yang memutuskan silaturrahim sbgmn dijelaskan dalam hadist

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الرَّحِمَ شَجْنَةٌ مِنْ الرَّحْمَنِ فَقَالَ اللَّهُ مَنْ وَصَلَكِ وَصَلْتُهُ وَمَنْ قَطَعَكِ قَطَعْتُهُ
Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw. bersabda, “Sesungguhnya rahim itu berasal dari Arrahman lalu Allah berfirman, “Siapa menyambungmu Aku menyambungnya dan barangsiapa memutusmu aku memutusnya.” (H.R : Bukhari)

Oleh karena itu, hendaklah kita menjaga hubungan tsb dg baik, walaupun mungkin kita tidak mendapatkan timbal balik yang baik dari kerabat kita itu. Yang terpenting bagi kita adalah ikhtiar semampu kita untuk menjaganya.
ALLAH berfirman dalam QS. Fushshilat : 34-35 yang maknanya : “Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.
Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.”

ALLAH-lah yang akan menyatukan hati kita. Sehingga yang terpenting bagi kita adalah tetap berikhtiar semampu kita u berbuat baik kepada kerabat kita khususnya dan doa agar diikatkan hati antara kita dan kerabat kita. Sehingga ALLAH SWT meridhai apa yang telah kita usahakan.
و ﺍﻟﻠﻪ الموفق
[9/3 5:57 PM] ‪+62 812-1450-0055‬: 🌳🍁🌳🍁🌳🍁🌳🍁🌳🍁🌳

TANYA JAWAB SYARI’AH ~TJS

📩 012/TJS-IHQ🌴/REG-S
📆 10 Maret 2015

🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃𳐽🍂🍃𳐽𳐽

1⃣ IHQ  3
❤Bunda, bila istri bekerja. Gajinya boleh diberikan pada ortunya tidak? Atas izin suaminya dulukah?

🌜Jawab:
Pada dasarnya bukan kewajiban istri untuk izin suami. Krn uang gajinya pada dasarnya hak prerogatif istri. Namun untuk kelanggengan dan keharmonisan rumah tangga, akan lebih baik jika istri minta pandangan kpd suami. Sehingga suami merasa dihargai. Keterbukaan diantara suami istri akan menambah kasih sayang diantara keduanya.

💐Ustadzah Afifah

والله أعلم بالصواب

Tim Assatidz IHQ🌴

🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂

2⃣IHQ 12
❤Umm apa yang mesti dilakukan seorang wanita yang baru menikah kepada suaminya…. agar tidak menjadi seorang istri yang membuat suaminya kecewa…karena mungkin perlu beradaptasi dengan setatus baru nya….

🌜Jawab:
Ketika baru menikah, sifat masing2 akan terlihat, baik yang sudah kenal cukup lama, atau pun yang baru kenal.
masing2 memunculkan egonya.
laki2 ingin dihormati, dan perempuan ingin diperhatikan.
masalah kecil jadi besar.
bagi kita perempuan, sifat baik hatinya muncul,  ingin membantu dan memberikan solusi bagi suami tercinta.
ini akan diartikan lain oleh sang suami, seakan2 ia tidak mampu mengatasi masalah.
atau menganggap istrinya posesif.
Jadi, untuk awal2 kita harus pendam dulu bakat kita yang satu ini.😄 ikuti dulu alur suami, perhatikan apa yang menjadi kesenangannya, apa saja yang tidak ia sukai. makanan, pakaian kita dll. 
bertanyalah bila ada yang kurang dimengerti.
jangan terlalu sering menanyakan apa yang sedang dilakukan nya terutama ketika suami sedang bekerja. tahan dulu, nanti seiring waktu, kita perlahan sampaikan bahwa kita butuh informasi, kabar akan dirinya setiap hari. 😄
karena hal sepele sepertinya, tetapi istri menganggap ia di abaikan dan suami merasa ia diawasi. 😁

💜Mencintai suami kita dengan sepenuh hati, walaupun rasa itu mungkin belum muncul, tapi berusahalah.
Arrum. 21.

ألا أخبرك بخير ما يكنز ؟ المرأة الصالحة، التي إذا نظر إليها سرَته، وإذا أمرها أطاعته، وإذا غاب عنها حفظته
“Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.”

والمرأة راعية في بيت زوجها ومسئولة عن رعيتها ».
Seorang istri adalah pemimpin di dalam urusan rumah tangga suaminya, dan akan dimintai pertanggung jawaban atas urusan rumah tangga tersebut.

Wanita (istri) sholihah adalah yang taat lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada dikarenakan Allah telah memelihara mereka.” (QS. An-Nisaa’: 34).

“Apabila seorang wanita sholat lima waktu, puasa sebulan (Ramadhan), menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya: Masuklah engkau ke dalam syurga dari pintu mana saja yang engkau sukai.” (HR. Ahmad.)

💐Ustadzah Enung

والله أعلم بالصواب

Tim Assatidz IHQ🌴

🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉

☁ ✈ ☁ ✈ ☁ ✈ ☁ ✈ ☁ ✈
[11/3 4:58 PM] ‪+62 812-1450-0055‬: 🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉

TANYA JAWAB SYARI’AH ~TJS

📩 013/TJS-IHQ🌴/REG-S
📆 11 Maret 2015𳐽𳐽

🍧🍧🍧🍧🍧🍧🍧🍧🍧🍧

1⃣ single 07
Apakah dalam Cinta seseorang kepada ALLAH mempengaruhi kekhusyu’an dalam sholat???
Lalu khusyu’ yg bagaimana Kah, Karna rasulullah sholat hingga kakinya bengkak?

🔐 Jawab :

Jika kita pernah jatuh cinta, tentu pertanyaan seperti ini akan mudah dijawab oleh kita.

Cinta… satu hal yang bs merubah hampir seluruh hal di dalam diri seseorang, pun termasuk kekhusyukan di dalam beribadah.

Rasa tenang, nyaman, betah berlama-lama, gak bosen, bahagia, dan perasaan yang semisalnya itu hanya lahir jika dibidani oleh hal yang bernama CINTA…

Lalu selain CINTA kepada Allah, faktor apa yang mendukung kita utk mencapai kekhusukan?

Baca dan renungilah ayat berikut…

الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

“(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.” (QS. Al-Baqarah : 46)

Ayat yang mulia ini adalah penjelasan dri Allah ﷻ langsung mengenai defenisi serta karakteristik khoosi’in (org yang khusyuk)…

💝Ustadz Satria

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

Tim Assatidz IHQ🌴

🍧🍧🍧🍧🍧🍧🍧🍧🍧🍧

2⃣ IHQ 5
Bagaimna hukum nya mendengarkan musik? Haram atau mubah?

❤Jawab ❤
Ada perbedaan pendapat dalam masalah musik.

1.Yang tidak membolehkan
إني لم أنه عن البكاء ولكني نهيت عن صوتين أحمقين فاجرين : صوت عند نغمة لهو ولعب ومزامير الشيطان وصوت عند مصيبة لطم وجوه وشق جيوب ورنة شيطان

“Aku tidak melarang kalian menangis. Namun, yang aku larang adalah dua suara yang bodoh dan maksiat; suara di saat nyanyian hiburan/kesenangan, permainan dan lagu-lagu setan, serta suara ketika terjadi musibah, menampar wajah, merobek baju, dan jeritan setan”

🔖Ketika Hari raya

Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh istri beliau, Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata, “Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu masuk (ke tempatku) dan di dekatku ada dua anak perempuan kecil dari wanita Anshar, sedang bernyanyi tentang apa yang dikatakan oleh kaum Anshar pada masa perang Bu’ats.” Lalu aku berkata, “Keduanya bukanlah penyanyi.” Lalu Abu Bakar berkata, “Apakah seruling setan ada di dalam rumah Rasulullah?” Hal itu terjadi ketika Hari Raya. Kemudian Rasulullah bersabda, “Wahai Abu Bakar, sesungguhnya setiap kaum memiliki hari raya dan ini adalah hari raya kita”

🔖Ketika pernikahan

Hal ini berdasarkan hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari yang menceritakan tentang anak kecil yang menabuh rebana dan bernyanyi dalam acara pernikahannya Rubayyi’ bintu Mu’awwidz yang pada waktu itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mengingkari adanya hal tersebut.

Dan juga berdasarkan dari sebuah hadis, bahwasanya beliau pernah bersabda, “Pembeda antara yang halal dan yang haram adalah menabuh rebana dan suara dalam pernikahan”

2.Yang membolehkan
Dari Amir bin Said dia berkata “Aku masuk ke rumah Abi Mas’ud dan Qardhah bin Ka’ab dan diantara mereka ada beberapa Jariyah yang sedang bernyanyi, kemudian aku bertanya “Apakah kalian melakukan semua ini padahal kalian itu sahabat Nabi saw.?” Abu Amir berkata lalu keduanya menjawab “duduklah, jika engkau suka dengarkanlah bersama kami, akan tetapi jika tidak pergilah sungguh kami telah diberikan keringanan untuk bersuka ria selama walimah pernikahan” (Hadis Sunan An Nasa’i Bab Al Lahwu Wa Al Ghina ‘Inda Al ‘Arus hadis no 3168, dinyatakan hasan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih An Nasa’i).

~ 🎹hukum musik itu terbagi dua, yaitu terikat alat musik dan terikat dg syair yg diucapkannya.

🔖hukum alat musik terbagi tiga :
❗Haram secara Mutlak yaitu Mizmar (seruling yg ada ditengahnya perut yg menggembung).
❗Halal secara Mutlak yaitu hadroh / rebana.
❗Khilaf / berbeda pendapat yaitu alat musik lainnya.

🔖syair yg diucapkannya.
❗bila untaian lagunya itu menjurus pada maksiat maka haram hukumnya dengan alat musik apapun,
❗bila untaian lagunya menjurus pada kebaikan maka halal untuk selain menggunakan mizmar, dan ikhtilaf bila dengan alat musik lainnya, dan halal bila dengan hadroh, mengenai Gitar maka sebagian besar ulama mengharamkannya karena alat musik petik. namun ada yang menghalalkannya walau sebagian kecil.

💝Ustadz Hizbullah

والله أعلم بالصواب

Tim Assatidz IHQ🌴

🍧🍧🍧🍧🍧🍧🍧🍧🍧🍧

3⃣ Assalamualaikum.. mau tanya ustadz/zah. Seringkali keimanan seseorang kadang2 diatas kadang2 dibawah. Bagaimana cara cepat agar kita sgera kembali kepada Allah? Seperti yg dijelaskan bahwa kita harus mencintai Allah dari segalanya. Cinta kpd Allah tidak ada tandingannya, klo misalkan manusia berubah menjadi lebih baik karna seseorang, seperti ingin menjadi istri dan ibu yg sholehah karna suami dan anak, hal spt itu bagaimana dalam pandangan islam? apakah yg dikerjakannya mendapatkan pahala atau tidak? Trimaksh

❤Jawab❤

❤Wa’alaikumussalam wa rohmah… Secara prinsip, iman dapat naik bersamaan dengan bertambahnya ketaatan kepada Allah SWT. Sebaliknya, iman dapat turun bersamaan dengan semakin berkurangnya ketaatan kepada Allah SWT (banyak maksiat). Jadi, cara agar segera kembali kepada Allah adalah dengan melaksanakan ketaatan kepada Allah, dengan melaksanakan ibadah wajib di tambah dengan sunnahnya dan jangan lupa ODOJ nya ya.
❤Kemudian seseorang yang berubah menjadi lebih baik karena suami dan istri tetap harus berdasarkan cinta kepada Allah, maka ketika wanita berubah menjadi lebih baik lantaran ada jalannya yaitu melalui taat kepada suami dan menyayangi anaknya. Hal seperti ini akan mendapatkan pahala. Waallahu a’lam.

💝(Ustadz Jayyad)

والله أعلم بالصواب

Tim Assatidz IHQ🌴

🍧🍧🍧🍧🍧🍧🍧🍧🍧🍧🍧

🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉
[12/3 5:55 PM] ‪+62 857-5958-4687‬: 🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂

TANYA JAWAB SYARI’AH ~TJS

📩 014/TJS-IHQ🌴/REG-S
📆 12 Maret 2015𳐽𳐽

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

1⃣ IHQ 5
🌷Bagaimana sebaikknya cara yang benar untuk kita mengajarkan orang lain untuk lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya…? Sedangkan orang yang akan di ajarkan ini selalu menghindar ketika di ajarkan k jalan yang benar, apalagi untuk mengajak Tuhan dan Rasul-Nya

🌹Jawaban :🌹
📌Tunjukkanlah dengan sebaik-baik akhlak kita kepada mereka, bantulah ia ketika ia dalam kesulitan, penuhilah kebutuhannya ketika dalam kesempitan. In syaaAllah mereka akan menerima apa yang kita ajarkan, akan tetapi butuh waktu untuk mendekatinya dan bersabarlah karena inilah yang dilakukan oleh Rasulullah dan sahabatnya.

🌷Ustad Jayyad

والله أعلم بالصواب

Tim Assatidz IHQ🌴

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

2⃣ IHQ 9
🔗Ustadzah izin bertanya, Seseorang dikatakan mencintai Allah SWT apabila memenuhi empat syarat..diantaranya yg syarat ke empat: membenci mereka yang dibenci Allah SWT yaitu kaum kafir, fasik dan munafik..yang dimaksud kaum kafir, fasik dan munafik itu siapa aja ya, apakah juga termasuk non muslim? dan membenci yg bagaimana ya?

🌹Jawaban :🌹
📌Benar, non muslim termasuk kaum kafir sedangkan fasik dan munafik luarnya Islam akan tetapi sejatinya dia membenci Islam.
Jika mereka membenci Islam maka kita patut untuk membencinya, karena ini merupakan sikap baro’ kita kepada mereka.
Jika mereka berbuat zholim, jahat, kepada kaum muslimin maka kita juga wajib membenci mereka. Dan sebagainya.
Namun, tidak semua non muslim itu jahat, di antara mereka ada pula yang baik, maka kita pun tak perlu membencinya selama mereka tidak mengganggu kaum muslimin. Wallahu a’lam.

💝 Ustadz Jayyad

والله أعلم بالصواب

Tim Assatidz IHQ🌴

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

3⃣ IHQ 10
📌Saya mw bertanya, bagaimanya mengurangi rasa cinta kita trhadap makhluk Allah agar tdk melebihi rasa cinta kita kpd Allah selain meningkatkan keimanan n ketaqwaan kita serta raja n khouf

🌺Jawaban :🌺

🔗Kecintaan terhadap makhluk Allah merupakan persoalan fitrah (alami). Sebab  Islam adalah agama fitrah, tidaklah kecintaan tersebut sesuatu yang bertentangan dengan keimanan. Namun ketika kecintaan ini melampaui batas, ataupun bertentangan dengan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya kecintaan tersebut telah berubah menjadi sebuah permusuhan.
Lalu bagaimana caranya agar cinta kita terhadap makhluk Allah tidak melebihi rasa cinta kita kepada Allah?  Maka kecintaan kita kepada Allah harus  atas dasar akal.
Cinta atas dasar perasaan merupakan jenis cinta yang lebih rendah kedudukannya. Jika si bunga mawar telah layu, maka hati pun akan berpaling darinya. Apabila suara telah serak di tenggorokan, maka telinga pun akan berlari darinya. Namun kecintaan atas dasar akal adalah kecintaan yang abadi lagi kekal. Oleh karena itu, cintailah Allah atas dasar akal kita, sebab orang mukmin itu akan selalu membandingkan antara munajatnya kepada Allah di dalam shalat atau do’anya dengan seluruh kecintaan lainnya. Sehingga dia akan mengutamakan yang kekal atas yang fana. Waallahu a’lam

🌹Ustad Jayyad

والله أعلم بالصواب

Tim Assatidz IHQ🌴

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂
[13/3 5:31 PM] ‪+62 812-1450-0055‬: 🍇🍹🍇🍹🍇🍹🍇🍹🍇🍹

TANYA JAWAB SYARI’AH ~TJS

📩 015/TJS-IHQ🌴/REG-S
📆 13 Maret 2015𳐽𳐽

🍭🍫🍭🍫🍭🍫🍭🍫🍭🍫

1⃣IHQ 6
Sesama muslim kan wajib menjalin silahturahim. Lalu bagaimana cara kita menjalin silahturahim dengan orang2 yang sepertinya enggan menjalin silahturahim dengan kita. Bagaimana baiknya sikap kita? Mohon pencerahannya.

🍫Jawab :🍫

بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

Diri kita sebagai seorang yang Muslim maka wajib taat kepada apa saja yang diperintahkan oleh Allah dan RasulNya.

Banyak sekali kejadian atau peristiwa yang meliputi sebuah perjalanan dalam rangka memenuhi ketaatan itu.

Diantaranya seperti yang diceritakan diatas. Ketika kita ingin masuk beramal sholih yakni menyambung silaturahim eehh yang mau disambung enggan. Gimana nih ? Apa kita lantas tak jadi aja yah melakukan amal sholih ini ? Yaaah kalo gak jadi kita. Karena betapa besarnya kesempatan kita meraih pahala yang sangat besar dengan amal ini. Karena Allah sangat mencintai perbuatan baik ini. Lantas bagaimana ?

Kita pahami dulu sepintas saja ya tetapi mohon camkan dengan baik2.

🔹1. Bahwa ketika sebuah amal itu dikerjakan dengan berat perjuangannya maka disana bisa dipastikan ada keutamaan pahala yang sangat besar.

🔸2. Bahwa setiap niat untuk melakukan amal sholih maka Allah akan uji kesungguhan dan kegigihan hambaNya. Jadi disini perlu kita perhatikan baik2 bahwa setiap amal sholih itu haruslah dibarengi dengan bekal keimanan. Yakni keyakinan bahwa sebesar apapun kendala atau kesulitan yang akan kita hadapi dalam melaksanakan amal sholih tersebut tentu akan mendapat penghargaan dari Allah subhanahu wa ta’alaa. Dan keyakinan inilah yang akan menjadi kekuatan bagi si hamba ini.
Semakin kuat keyakinan seseorang terhadap Allah maka sebesar apapun kendala yang akan dihadapi dalam memeperjuangkan suksesnya sebuah amal sholih maka akan menjadi sebuah sumber kenikmatan tersendiri bagi si hamba tsb.

🔺3. Bahwa kita harus memiliki wacana setiap orang itu memiliki sifat danpemahaman yang berbeda-beda sehingga bisa jadi seorang yang sedang kita hadapi itu memiliki pemahaman dan kepekaan yang kurang sempurna sehingga dia kurang dapat merespond dengan cepat ajakan sebuah kebaikan yang anda tawarkan. Hal ini harus disadari. Dan juga tidak pula mengendorkan niat bunda untuk berbuat baik kepadanya. Justru ini hisa menjadi tantangan buat bunda untuk lebih bisa sabar dan berserah diri kepada Allah serta terus berusaha ( tidak putus asa mendekatinya ) – dengan cara apa saja yang lebih menarik perhatiannya.

🔻4. Bahwa perlu difahami pula tidak pernah sia2 sebuah niat baik yang dilaksanakan , walaupn kita belum bisa melihat dan merasakan hasilnya secara sempurna, maka kita harus yakin bahwa semua telah dicatat dan kelak akan dibalas sesuai dengan niat kita.
Oleh karena itu jagalah selalu niat dan juga istiqomahlah dalam melaksanakan sebuah kebajikan. Karena walaupun sebesar biji dzaraah pun semua amal akan ada perhitungannya.
Jadi … Tidak akan ada ruginya bukan ?

Mari banyak beramal sholih.
Karena sesungguhnya waktu kita sangat sedikit dibanding kwajiban yang harus kita kerjakan.
Jangan kita berkutat hanya pada masalah2 yang sepele dan membiarkan waktu lewat tanpa kita melakukan amal2 yang bernilai besar. 

🌺Bunda Endria

والله أعلم بالصواب

Tim Assatidz IHQ🌴

🍎🔹🍎🔹🍎🔹🍎🔹🍎🔹

2⃣ IHQ 5
🍒bagaimana hukumnya memasang kawat gigi? Dengan tujuan agar lebih bagus giginya
Jawab:

Pertama, hadits dari Urfujah bin As’ad radhiyallahu ‘anhu,

أَنَّهُ أُصِيبَ أَنْفُهُ يَوْمَ الْكُلَابِ فِي الْجَاهِلِيَّةِ، فَاتَّخَذَ أَنْفًا مِنْ وَرِقٍ فَأَنْتَنَ عَلَيْهِ فَأَمَرَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَتَّخِذَ أَنْفًا مِنْ ذَهَبٍ
Bahwa hidung beliau.terkena senjata pada peristiwa perang Al-Kulab di zaman jahiliyah. Kemudian beliau tambal dengan perak, namun hidungnya malah membusuk. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkannya untuk menggunakan tambal hidung dari emas. (HR. An-Nasai dan Abu Daud dan dinilai hasan oleh Al-Albani).

Kedua, hadis dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan
, لُعنت الواصلة والمستوصلة والنامصة والمتنمصة والواشمة والمستوشمة من غير داء
“Dilaknat : orang yang menyambung rambut, yang disambung rambutnya, orang yang mencabut alisnya dan yang minta dicabut alisnya, orang yang mentato dan yang minta ditato, selain karena penyakit.” (HR. Abu Daud 4170 dan dishahihkan Al-Albani).
Dalam riwayat lain, dari Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan
, نهى عن النامصة والواشرة والواصلة والواشمة إلا من داء
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang orang mencukur alis, mengkikir gigi, menyambung rambut, dan mentato, kecuali karena penyakit. (HR. Ahmad 3945 dan sanadnya dinilai kuat oleh Syuaib Al-Arnaut).
As-Syaukani mengatakan,
قوله (إلا من داء) ظاهره أن التحريم المذكور إنما هو فيما إذا كان لقصد التحسين لا لداء وعلة، فإنه ليس بمحرم
Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘kecuali karena penyakit’ menunjukkan bahwa keharaman yang disebutkan, jika tindakan tersebut dilakukan untuk tujuan memperindah penampilan, bukan untuk menghilangkan penyakit atau cacat, karena semacam ini tidak haram. (Nailul Authar, 6/244).

Berdasarkan keterangan di atas disimpulkan, semua intervensi luar yang mengubah keadaan tubuh kita hukumnya dibolehkan jika tujuannya dalam rangka pengobatan, atau mengembalikan pada kondisi normal. misalnya karena giginya gingsul yg membahayakan. sehingga harus d cabut.
atau karena susunan giginya menjadikan bacaan Alqur’an tidak sesuai dengan tajwid.
Dan ini tidak termasuk mengubah ciptaan Allah yang terlarang.

🌹Ustadzah Enung

والله أعلم بالصواب

Tim Assatidz IHQ 🌴

🍇🍬🍇🍬🍇🍬🍇🍬🍇🍬

3⃣ IHQ 10
🍉Terkadang rasa cinta kita trhadap Allah sangat berbanding terbalik dgn cinta kita trhadap dunia (rasa ingin memiliki). Bagaimana caranya agar diri sllu terjaga agar cinta terhadap Allah yg paling utama. Jzk sebelumnya ustadzah.

🍬Jawab:🍬
Kecintaan terhadap makhluk Allah merupakan persoalan fitrah (alami). Sebab Islam adalah agama fitrah, tidaklah kecintaan tersebut sesuatu yang bertentangan dengan keimanan. Namun ketika kecintaan ini melampaui batas, ataupun bertentangan dengan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya kecintaan tersebut telah berubah menjadi sebuah permusuhan.
Lalu bagaimana caranya agar cinta kita terhadap makhluk Allah tidak melebihi rasa cinta kita kepada Allah? Maka kecintaan kita kepada Allah harus atas dasar akal. Cinta atas dasar perasaan merupakan jenis cinta yang lebih rendah kedudukannya. Jika si bunga mawar telah layu, maka hati pun akan berpaling darinya. Apabila suara telah serak di tenggorokan, maka telinga pun akan berlari darinya. Namun kecintaan atas dasar akal adalah kecintaan yang abadi lagi kekal.
Oleh karena itu, cintailah Allah atas dasar akal kita, sebab orang mukmin itu akan selalu membandingkan antara munajatnya kepada Allah di dalam shalat atau do’anya dengan seluruh kecintaan lainnya. Sehingga dia akan mengutamakan yang kekal atas yang fana.

🍓 Ustadz Jayyad

والله أعلم بالصواب

Tim Assatidz IHQ🌴

🍋🔅🍋🔅🍋🔅🍋🔅🍋🔅

🍥🍒🍥🍒🍥🍒🍥🍒🍥🍒🍥
[16/3 5:26 PM] ‪+62 813-2983-0339‬: 🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

TANYA JAWAB SYARI’AH ~TJS

📩 016/TJS-IHQ🌴/REG-S
📆 16 Maret 2015𳐽𳐽

💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐

1⃣ IHQ 5,7,11,12
Sy mau tanya yg kaitan dg musik.. Apakan semua jenis musik/nyanyian haram? Bgmn dg musik/nyanyian yg digunakan untk syiar ttg islam?

💕Jawab:
Ada perbedaan pendapat dalam masalah musik.

1.Yang tidak membolehkan
إني لم أنه عن البكاء ولكني نهيت عن صوتين أحمقين فاجرين : صوت عند نغمة لهو ولعب ومزامير الشيطان وصوت عند مصيبة لطم وجوه وشق جيوب ورنة شيطان

“Aku tidak melarang kalian menangis. Namun, yang aku larang adalah dua suara yang bodoh dan maksiat; suara di saat nyanyian hiburan/kesenangan, permainan dan lagu-lagu setan, serta suara ketika terjadi musibah, menampar wajah, merobek baju, dan jeritan setan”

🔖Ketika Hari raya

Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh istri beliau, Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata, “Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu masuk (ke tempatku) dan di dekatku ada dua anak perempuan kecil dari wanita Anshar, sedang bernyanyi tentang apa yang dikatakan oleh kaum Anshar pada masa perang Bu’ats.” Lalu aku berkata, “Keduanya bukanlah penyanyi.” Lalu Abu Bakar berkata, “Apakah seruling setan ada di dalam rumah Rasulullah?” Hal itu terjadi ketika Hari Raya. Kemudian Rasulullah bersabda, “Wahai Abu Bakar, sesungguhnya setiap kaum memiliki hari raya dan ini adalah hari raya kita”

🔖Ketika pernikahan

Hal ini berdasarkan hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari yang menceritakan tentang anak kecil yang menabuh rebana dan bernyanyi dalam acara pernikahannya Rubayyi’ bintu Mu’awwidz yang pada waktu itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mengingkari adanya hal tersebut.

Dan juga berdasarkan dari sebuah hadis, bahwasanya beliau pernah bersabda, “Pembeda antara yang halal dan yang haram adalah menabuh rebana dan suara dalam pernikahan”

2.Yang membolehkan
Dari Amir bin Said dia berkata “Aku masuk ke rumah Abi Mas’ud dan Qardhah bin Ka’ab dan diantara mereka ada beberapa Jariyah yang sedang bernyanyi, kemudian aku bertanya “Apakah kalian melakukan semua ini padahal kalian itu sahabat Nabi saw.?” Abu Amir berkata lalu keduanya menjawab “duduklah, jika engkau suka dengarkanlah bersama kami, akan tetapi jika tidak pergilah sungguh kami telah diberikan keringanan untuk bersuka ria selama walimah pernikahan” (Hadis Sunan An Nasa’i Bab Al Lahwu Wa Al Ghina ‘Inda Al ‘Arus hadis no 3168, dinyatakan hasan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih An Nasa’i).

~ 🎹hukum musik itu terbagi dua, yaitu terikat alat musik dan terikat dg syair yg diucapkannya.

🔖hukum alat musik terbagi tiga :
❗Haram secara Mutlak yaitu Mizmar (seruling yg ada ditengahnya perut yg menggembung).
❗Halal secara Mutlak yaitu hadroh / rebana.
❗Khilaf / berbeda pendapat yaitu alat musik lainnya.

🔖syair yg diucapkannya.
❗bila untaian lagunya itu menjurus pada maksiat maka haram hukumnya dengan alat musik apapun,
❗bila untaian lagunya menjurus pada kebaikan maka halal untuk selain menggunakan mizmar, dan ikhtilaf bila dengan alat musik lainnya, dan halal bila dengan hadroh, mengenai Gitar maka sebagian besar ulama mengharamkannya karena alat musik petik. namun ada yang menghalalkannya walau sebagian kecil.

⭐ ustadz Hiz

والله أعلم بالصواب

Tim Assatidz IHQ🌴

☔⚡☔⚡☔⚡☔⚡☔⚡

2⃣ IHQ 5
Bagaimana maksudnya mencintai orang karena Allah? Bagaimana jika orang yang kita cintai itu jauh dari Allah?

💕Jawaban :
Mencintai orang karena Allah adalah ketika mencintai seseorang karena orang tersebut taat kepada Allah.
Jika orang yang dicintai itu jauh dari Allah, maka bencilah perbuatannya. Semoga Allah membukakan pintu taubat kepadanya.

⭐ustadz Jayyad

والله أعلم بالصواب

Tim Assatidz IHQ🌴

🌜🌛🌜🌛🌜🌛🌜🌛🌜🌛🌜🌛

3⃣ IHQ 2
Bgmn melahirkan generasi super jika diri dan lingkungan kurg mendukung 😦 Jika sy tidak mampu menjadi wanita super spt bunda Endria paparkan boleh kah?menjadi manusia super sesuai ukuran semampu saya saja krn sepertinya terasa berat jika ingin memggapai apa yg dipaparkan bunda.

💕Jawab :
Untuk menjadi wanita super itu memang pilihan hidup. Akan tetapi setiap wanita muslimah itu berpeluang semua untuk menjadi wanita super. Sesungguhnya setiap diri wanita muslimah yang memiliki cita2 untuk menjadi wanita super dan berusaha sekuat tenaga untuk menuju kesana…. Walaupun dia belum mencapai hasil yang sempurna maka sesungguhnya dia sudah termasuk wanita super itu sendiri…. Jadi jangan digedein mindernya ya bunda..  Pelajari saja baik2 apa sih kriteria untuk menjadi wanita super ? Perhatikan baik2 dan berusahalah setahap demi setahap memenuhinya. InsyaAllah berkat niat, usaha dan doa maka Allah akan mudahkan kita untuk mencapainya. Setidaknya semua ikhtiar kita pasti sudah menjadi catatan tersendiri yang akan menjadi pemberat timbangan amal sholih kita. Sebaiknya segera dimulai saja daripada kita keburu tertinggal jauh dari mereka yang sudah memulainya. Apalagi kalau kita memgingat bahwa usia kita tidak tahu kapan akan berakhir. Olej karena itu jangan pernah tunda2 suatu kebaikan. Amalkan segera mana yang lebih mudah dulu menurut anti. InsyaAllah nanti Allah sendiri yang akan menuntun hati kita untuk menapaki step by step nya.

⭐Bunda Endria

والله أعلم بالصواب

Tim Assatidz IHQ🌴

🌂⛅🌂⛅🌂⛅🌂⛅🌂⛅🌂

💐🍁💐🍁💐🍁💐🍁💐🍁
[17/3 5:32 PM] ‪+62 812-1450-0055‬: 🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

TANYA JAWAB SYARI’AH ~TJS

📩 017/TJS-IHQ🌴/REG-S
📆 17 Maret 2015𳐽𳐽

🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓

1⃣ RS09
Saya prnah baca hadits tapi lupa diriwayatkan oleh siapa. Isi haditsnya bahwa barang siapa yang membaca ayat qursi ketika tidur, maka sepanjang malam akan dijaga oleh malaikat hingga subuh. Bagaimana itu ustadzah?

💕Jawab:💕
Membaca ayat kursi sebelum tidur dapat Mencegah dari Gangguan Jin Jahat / Syetan

🍭Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata,
وَكَّلَنِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – بِحِفْظِ زَكَاةِ رَمَضَانَ ، فَأَتَانِى آتٍ ، فَجَعَلَ يَحْثُو مِنَ الطَّعَامِ ، فَأَخَذْتُهُ فَقُلْتُ لأَرْفَعَنَّكَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – . فَذَكَرَ الْحَدِيثَ فَقَالَ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ ، وَلاَ يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ . فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « صَدَقَكَ وَهْوَ كَذُوبٌ ، ذَاكَ شَيْطَانٌ »🍭
🍬Artinya: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menugaskan aku menjaga harta zakat Ramadhan kemudian ada orang yang datang mencuri makanan namun aku merebutnya kembali, lalu aku katakan, “Aku pasti akan mengadukan kamu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam“. Lalu Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menceritakan suatu hadits berkenaan masalah ini. Selanjutnya orang yang datang kepadanya tadi berkata, “Jika kamu hendak berbaring di atas tempat tidurmu, bacalah ayat Al Kursi karena dengannya kamu selalu dijaga oleh Allah Ta’ala dan syetan tidak akan dapat mendekatimu sampai pagi“. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Benar apa yang dikatakannya padahal dia itu pendusta. Dia itu syetan“. (HR. Bukhari no. 3275)🍬
Namun kita juga dianjurkan untuk membaca ayat2 lain spt 3 qul, albaqarah sebelum tidur

Ustadzah Maisal🍇

والله أعلم بالصواب

Tim Assatidz IHQ🌴

🍋🍋🍋🍋🍋🍋🍋🍋🍋🍋

2⃣ RS12
Bagaimana maksud dari poin kesepuluh: MENGAJAK ORANG AWAM UNTUK BERFIKIR TENTANG DZAT ALLAH
Maksudnya gimana ummi?

💕 Jawab:💕
Mengajak orang tak berilmu untuk berfikir tentang dzat dan sifat2 Allah, atau hal2 yng tidak terjngkau oleh akal mereka sehingga menimbulkan keraguan mereka terhadap agama dan menimbulkan khayalan tentang Allah sehingga menyebabkan seseorang tejerumus kepada kekafiran atau bid’ah, tetapi dia merasa senang dengan hal itu, seolah2 hal itu ia kira sebagai pengetahuan dan bashirah dan hal itu terungkap karena kecerdasan dan kehebatan akalnya. Padahal orang yang paling pandir adalah orang yang paling kuat keyakinannya terhadap akalnya sendiri, sedangkan orang yng peling berakal adalah orang yang paling keras tuduhannya terhadap dirinya dan paling banyak bertanya pada ulama.🌿

☔Aisyah berkata, rasulullah bersabda :”Sesungguhnya syaithan mendatangi salah seorang diantara kamu seraya bertanya:”siapakah yang menciptakanmu? Kemudian ia menjawab: الله تبارك وتعالى. 
syaithan bertanya lagi : siapakah yang menciptakan الله؟
Jika  salah seorang diantara kamu menghadapi hal tersebut maka katakanlah, “Aku beriman kepada Allah dan RasulNya, karena jawaban tersebut dapat mengusirnya.”
Diriwayatkan oleh ahmad, al bazzar dan abu ya’la.☔

Ustadzah Maisal🍒

والله أعلم بالصواب

Tim Assatidz IHQ🌴

🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉

3⃣ RS5
Sblm menikah, seorang anak adl tggung jwb org tua. Apakah itu artinya sgala sesuatunya harus diatur oleh org tua dan si anak harus mentaati? Apakah tidak boleh menentukan sesuatu sndiri?

💕Jawab:💕
Seorang anak harus mentaati orang tuanya selama tidak untuk mendurhakai Allah. jika kita mempunyai keinginan, sampaikan kepada orang tua kita dengan baik, sampaikan juga alasannya. jika orang tua kita mempunyai pendapat yang berbeda dengan kita, selama itu tidak bertentangan dengan syari’ah maka patuhilah insyaAllah ada keberkahan didalamnya

(وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا)

“Dan tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah satu seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah menyayangi aku di waktu kecil’.” (QS. Al-Isra : 23-24)

Ustadzah Enung🍓

والله أعلم بالصواب

Tim Assatidz IHQ🌴

🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
[18/3 4:43 PM] ‪+62 812-1450-0055‬: ☔ ☔ ☔ ☔ ☔ ☔ ☔ ☔ ☔ ☔ ☔ ☔

TANYA JAWAB SYARI’AH ~TJS

📩 018/TJS-IHQ🌴/REG-S
📆 18 Maret 2015𳐽𳐽

⛄❄⛄❄⛄❄⛄❄⛄❄⛄

1⃣ IHQ 11
Assalamu’alaikum, afwan mengganggu bunda, saya mau tanya apakah orang yg pernah melakukan kesalahan kepada kita harus kita jauhi? Apakah org yg punya kesalahan tdk berhak mendapat kesempatan untuk berubah? Memblokir no, memblokir akun orang yg pernah mempunyai kesalahan sama kita apakah termasuk memutus silaturrahim? padahal orang itu sudah minta maaf, tetapi masih pula dijauhi, bagaimana hukumnya hal semacam itu bun? Mohon jawabannya, jazakillah

🔑Jawab:🔑

(وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ أَنْ يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رحيم.

Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kerabat(nya) orang-orang miskin dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An Nur : 22)

Ayat ini berhubungan dengan sumpah Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu bahwa dia tidak akan memberikan apa-apa kepada kerabatnya ataupun orang lain yang terlibat dalam menyiarkan berita bohong tentang diri Ummul mukminin ‘Aisyah. Maka turunlah ayat ini melarang Beliau melaksanakan sumpahnya itu dan menyuruh memaafkan dan berlapang dada terhadap mereka setelah mendapat hukuman atas perbuatan mereka itu.

jadi tidak ada alasan bagi kita untuk menjauhi saudara kita, jika kita yang bersalah dan sudah memohon maaf dengan sebenar benarnya. maka serahkan semuanya kepada Allah. Do’akan selalu saudara kita yang berselisih agar dibukakan pintu hatinya.

🎓 Ustadzah Enung

والله أعلم بالصواب

Tim Assatidz IHQ🌴

🎆🎇🎆🎇🎆🎇🎆🎇🎆🎇🎆

2⃣ IHQ 9
Katanya seseorang dari awal sudah ditentukan akan masuk surga atau neraka, mohon penjelasannya. Apa itu juga berupa takdir? Apa bisa berubah? Bila seseorang terus beramal soleh dlm hidupnya namun takdirnya masuknya neraka bgmn?

🎻Jawab 🎻
Bunda sholihah, betul sekali bahwa takdir setiap manusia sudah tercatat di lauhil mahfuudz sebelum manusia itu diciptakan. Sebagaimana hadits Rosulullah saw:

عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ : إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْماً نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ   ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ. فَوَ اللهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ  الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا. [رواه البخاري ومسلم].
Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud radiallahuanhu beliau berkata: Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam  menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan: Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara: menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan celaka atau bahagianya. Demi Allah yang tidak ada ilah selain-Nya, sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli syurga hingga jarak antara dirinya dan syurga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. Sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli syurga maka masuklah dia ke dalam syurga. (Riwayat Bukhari dan Muslim). Sesungguhnya Allah mengetahui kondisi manusia sebelum mereka diciptakan. Keimanan, ketaatan, kekufuran, kemaksiatan, kebahagiaan atau kesengsaraan, semuanya atas pengetahuan Allah swt. Banyak nash yang menyatakan hal ini. Ali bin Abi Thalib ra. menyebutkan bahwa Rosulullah saw bersabda,”Tidaklah satu jiwa yang telah ditiukan ruh ke dalamnya, melainkan Allah telah menetapkan tempatnya, di syurga atau neraka. Jika tidak, maka Allah telah menetapkan apakah ia bahagia atau celaka”, seorang laki laki bertanya, “Ya Rosulallah, jika demikian, apakah kita kemudian pasrah dengan ketentuan kita? “Rosulullah menjawab,” Tidak, tapi beramallah! karena semua dimudahkan menurut ketentuan masing-masing, orang yang ditentukan bahagia, akan dimudahkan pada amal-amal orang yang berbahagia, sedangkan orang yang ditetapkan sengsara akan dimudahkan pada amal-amal orang yang sengsara, “Lalu beliau membaca ayat, “Adapun orang yang memberikan hartanya di jalan Allah dan bertakwa. Dan membenarkan adanya pahala yang terbaik….” (QS. Al-Lail:5-6) Dengan demikian, maka pengetahuan Allah dalam masalah ini tidak berarti meniadakan ikhtiar (usaha) seorang hamba. Karena Allah telah memerintahkan hamba-Nya untuk beriman dan mena’ati perintah, juga melarang manusia dari kekufuran dan kemaksiatan, ini menunjukkan bahwa seorang hamba harus mencapai apa yang ia inginkan. Jika tidak, maka perintah dan larangan Allah tersebut sia-sia belaka. Dan ini mustahil bagi Allah swt. Allah berfirman, “Demi jiwa dan penyempurnaannya. Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya. Maka sungguh beruntung orang yang mensucikan jiwa. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (QS. As-Syams: 7-10) (Diambil dari kitab Al-Wafi–Syarah Kitab Arba’in an-Nawawiyah)

🎁Ustadzah Ade

والله أعلم بالصواب

Tim Assatidz IHQ🌴

🌠🌈🌠🌈🌠🌈🌠🌈🌠🌈🌠

3⃣ RS12
Apakah perasaan was-was yg tdk jelas itu datangnya dr syetan? Conth kasus: ketika tidur tiba2 timbul was2/gelisah yg tk tau apa sebabnya. Pdhl sdh wudhu dan doa..

💌 Jawab 💌
Benar.. rasa was-was timbul dari pada syaitan, dan perlu diingat dan diketahui bahwasannya syaitan itu berasal dari 2 golongan yaitu jin dan manusia.

📖 fahami QS. An Nas

🍁Niatlah kuat sejak akan mengambil wudhu sebelum tidur.
Baca al fatihah,, ayat kursiy, al ikhlas, an nas al falaq.
Khusyu’kan dalam membacanya.

Tawakkal ‘alallah
Yakinlah bahwa Allah akan melindungi kita dalam KuasaNYA.

🌂Ukh Rochmah

والله أعلم بالصواب

Tim Assatidz IHQ🌴

⛄❄⛄❄⛄❄⛄❄⛄❄⛄

☔ ☔ ☔ ☔ ☔ ☔ ☔ ☔ ☔ ☔
[19/3 6:07 PM] ‪+62 812-1450-0055‬: 🍮🍮🍮🍮🍮🍮🍮🍮🍮🍮🍮🍮🍮

TANYA JAWAB SYARI’AH ~TJS

📩 019/TJS-IHQ🌴/REG-S
📆 19 Maret 2015𳐽𳐽

🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭

1⃣ RS5
saya pernah denger tapi lupa redaksinya, dikatakan bahwa di depan belakang dan depan wanita itu ada setan. Bisa tolong ustadzah carikan, itu hadist atau apa ya? Lalu maksudnya apa??

🍘Jawaban 🍙
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya wanita itu dilihat dari depan dihiasi setan dan dilihat dari belakang juga dihiasi setan. Apabila kalian melihat seorang wanita (dan tertarik), maka hendaknya dia menemui istrinya. Karena hal itu akan menghilangkan keinginan dalam dirinya.” (HR. Muslim).

Faedah hadist :
🍢1. Wanita itu dihiasi oleh syaithan, sehingga menjadi indah dihadapan lawan jenis bagaimanapun keadaannya. Oleh karena itu, hendaklah wanita menjaga dirinya dari hal-hal yang membuka peluang fitnah bagi lawan jenisnya dan juga orang lain. Seperti tabarruj, mendesahkan suara, dan sebagainya.

🍡2. Luruskan niat ketika kita keluar rumah dalam rangka beribadah kepada ALLAH. Sehingga dengan begitu, kita selalu berusaha menjaga ajaran-Nya dalam melaksanakan adab seorang wanita keluar rumah.

3. Salah satu hikmah menikah, jika seorang laki-laki terbangkitkan nafsu syahwatnya ketika melihat wanita lain, ketika dia kembali ke istrinya dan memenuhi hajatnya, niscaya nafsunya akan reda. Sekalipun wanita yang dilihat memiliki kecantikan yang luar biasa. Dan istrinya tidak secantik orang yang dilihatnya. Karena hakikatnya apa yang ada pada wanita tersebut, ada pada istrinya juga :).

🍫Ustadzah Afifah

والله أعلم بالصواب

Tim Assatidz IHQ🌴

🍩🍩🍩🍩🍩🍩🍩🍩🍩

2⃣ RS 9
Bunda, bagaimana mengetahui gangguin jin? Apakah kemalasan juga gangguan jin?

🍹Jawab ☕
Sebagian ulama ada yang berpendapat bahwa Jin tidak dapat dilihat secara mutlak dalam kondisi apapun, dan orang yang mengaku melihatnya adalah bohong. Mereka berpendapat demikian berdasarkan ayat sbb:
Sesungguhnya ia (jin) dan pengikutnya melihat kamu (manusia) dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka (Q.S. Al-A’raaf : 27)
Imam Al-Qusyairi menyatakan, “Allah SWT sudah menetapkan (mengikut hukum alam) bahwa anak cucu Adam tidak akan dapat melihat syaitan di dunia.” An Nuhhas berkata : Jin itu tidak bisa dilihat kecuali pada masa Nabi saja sebagai bentuk pemuliaan masa Nabi. Ibnu Hazm Azh-Zhahiri (Aliran zhahiriyah yang menerjemahkan ayat secara arti zhohirnya) berkata : Kalau Allah memberitakan kepada kita bahwa kita tidak dapat melihatnya maka barang siapa mengklaim diri telah melihat mereka, maka dia telah berdusta, kecuali dia seorang nabi sebab para nabi melihat jin adalah sebagai mukjizat (Al Fishal fo Al Milal wa An Nihal Juz V/12)

🍯 Salah satu peristiwa itu adalah ketika serombongan jin dari dusun Nashibin menyatakan masuk Islam setelah mendengar bacaan Al-Qur’an yang dibaca oleh Rasulullah s.a.w. :
“Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Quran, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata: “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya).” Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. Mereka (jin itu) berkata: “Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al Quran) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus”  (Q.S. Al-Ahqaf [46] : 29-30)

🍬 Kemudian bagaimanakah kita mengenalinya? Padahal syaithan itu adalah makhluk ghaib yang tidak kita melihatnya, masa kita takut, bahkan Rasulullah Saw telah bersabda bahwa “Jin itu takut kepada manusia, seperti manusia takut kepada Jin”.

🍡Pernahkah berfikir kenapa Amirul Mukminin Ummar bin al Khatab sangat ditakuti syaitan, bahkan syaitan tidak berani diam dijalan yang akan dilewati Umar. Kenapa jin Ifrit di Irak takut kepada sandal Imam Ahmad Bin Hanbal bahkan mereka mengakui “bersedia” pergi dari negeri itu seandainya sang Imam memmerintahkannya?
🍪 Jawabannya hanya satu kata; yaitu “Tauhid”.  Satu kata inilah yang paling berat timbangannya diakhirat kelak. Satu kata yang menjadi intisari kekuatan Ummat yang saat ini hilang. Satu kata yang menyebabkan kita terjaga dari lembah kesyirikan yang membahayakan manusia di akhirat kelak. Karena syirik, adalah satu-satunya dosa yang tidak akan diampuni.  
Pada intinya tauhid itu adalah menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan. Sehingga gerak seluruh indra itu bersatu padu menuju Allah, baik dalam ibadah ataupun amaliah lainnya dengan memurnikannya dari berbagai jenis kesyirikan, kebid’ahan dan dosa besar yang dilakukan terus-menerus. Ini merupakan tingkat yang wajib bagi orang yang ingin merealisasikan tauhid dengan sempurna. 

🍙 Ketika tauhid kita sudah kokoh, insyaAllah makhluk ghaib syaithan akan takut kepada kita bahkan akan lari dari kita seperti mereka takut kepada Sayyida Umar bin Khattab.

🍹Jadi untuk mengenali ciri-ciri bahwa kita sedang diganggu adalah ketika ada rasa malas saat mau melakukan ibadah, dan masih banyak lagi ciri-ciri yang lain. Ketika ada timbul rasa malas tersebut maka lawan kemalasan tersebut agar tu syaithan kabur dari kita, tapi kalau kita tetap memperturutkannya maka syaithan akan senang dan tetap bertahan dan bahkan dia akan memanggil kawan-kawannya karena merasa ada tempat tinggal. Na’uzubillahi min zalik.

☕Ustadzah Maisal

والله أعلم بالصواب

Tim Assatidz IHQ🌴

☕☕☕☕🍵🍵🍵🍵🍵

🍪🍪🍪🍪🍪🍪🍪🍪🍪🍪🍪
[20/3 6:16 PM] ‪+62 812-1450-0055‬: 💜🔅💜🔅💜🔅💜🔅💜

TANYA JAWAB SYARI’AH ~TJS

📩 020/TJS-IHQ🌴/REG-S
📆 20 Maret 2015𳐽𳐽

🍃🌸🍃🌸🍃🌸🍃🌸🍃

Bagaimana hukumnya berfoto ? Apakah sama dengan menggambar / melukis, yang berarti haram ? Karna saya pernah baca, bahwa berfoto juga termasuk melukis dengan cahaya. Lalu bagaimana hukumnya berfoto dan menyimpan foto untuk kenang kenangan ?? Atau memajang foto keluarga?

🔐 Jawab :

Ada perbedaan pendapat yang cukup mencolok dari permasalahan ini di kalangan para ulama’, jika yang dimaksud adalah memajang foto makhluk hidup.

🌹 Pendapat pertama dengan tegas mengharamkan berbagai macam bentuk foto yang dipajang, terumata foto makhluk yang bernyawa.

إِنَّ الْمَلاَئِكَةَ لاَ تَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ صُورَةٌ

”Para malaikat tidak akan masuk ke rumah yang terdapat gambar di dalamnya (yaitu gambar makhluk hidup bernyawa)” (HR. Bukhari 3224 dan Muslim no. 2106)

🌷 Sementara pendapat kedua masih membolehkan, dengan catatan,
1. Foto yg dipajang bukan berhala,
2. Foto yg dipajang bukan sesuatu yang disembah..

🌺 Namun, jika foto tersebut bukan untuk dipajang, misalnya untuk disimpan di album, maka hal seperti ini dibolehkan

💖💖💖
lalu…..
bagaimana dengan penggunaan gambar-gambar seperti di emoticon di WhatsApp dan BBM..

seperti gambar:
🙂 👉 senyum
😭 👉 menangis
👩 👉 perempuan
👨 👉 laki-laki
dan gambar lainnya, terutama gambar yg menyerupai makhluk hidup.

Soalnya ada teman yg pernah bilang, kalau kita menggambar atau menggunakan emoticon makhluk hidup, ntar di akhirat akan dimintai pertanggungjawaban, disuruh meniupkan nyawanya..

💕Jawab
Khusus masalah emotion yang dipakai di dalam beberapa aplikasi chatting seperti, WA, BBM, BEE, MIG33, MIRC, LINE, dll…

☑ Lagi-lagi ada perbedaan pendapat di kalangan ulama,

Oleh sebab itu, saran kami, sebaiknya hindari penggunaan emotion yang berlebihan, terutama emotion atau logo yang terkait dengan adat atau simbol agama2 lain…

Untuk beberapa ekspresi wajah, seperti :cry, :sad, :happy dan yang semisalnya, maka hal ini bukan termasuk foto atau lukisan yang dilarang. Hanya saja tetap jangan berlebihan di dalam penggunaannya…

🌸Ustadz Satria

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

Tim Assatidz IHQ🌴

❤🔅❤🔅❤🔅❤🔅❤
[23/3 5:29 PM] ‪+62 857-5958-4687‬: 🌂🌂🌂🌂🌂🌂🌂🌂🌂

TANYA JAWAB SYARI’AH ~TJS

📩 021/TJS-IHQ🌴/REG-S
📆 23 Maret 2015𳐽𳐽

🎀💌🎀💌🎀💌🎀💌🎀

💘 Ihq 01
Assalamu’alaikum mba, dalam hadist sifat malu adalah bagian dari iman? Maksud hadist itu malu yg seperti apa ya?
Apakah seorang yang pemalu dengan lingkungan atau dalam hal ini ia seorang yg pendiam dan hanya bicara yg penting saja dan bicara jika ditanya saja itu termasuk kedalamnya?
Bukankah kita diharuskan tidak banyak bicara, jadi tidak kenapa kan kalo kita pendiam? disuruh teman2 jangan jadi pendiam malah bingung juga apa yg mau dibicarakan?
Mohon penjelasannya

🌟Jawab:
Rasulullah SAW bersabda,

َاْلإِيْمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُوْنَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّوْنَ شُعْبَةً، فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ اْلأَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ َاْلإِيْمَانُ.

“Iman memiliki lebih dari tujuh puluh atau enam puluh cabang. Cabang yang paling tinggi adalah perkataan ‘Lâ ilâha illallâh,’ dan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri (gangguan) dari jalan. Dan malu adalah salah satu cabang Iman.”[HR Bukhari Muslim]

🌟Imam Ibnul Qayyim rahimahullâh berkata, “Malu berasal dari kata hayaah (hidup), dan ada yang berpendapat bahwa malu berasal dari kata al-hayaa (hujan), tetapi makna ini tidak masyhûr. Hidup dan matinya hati seseorang sangat mempengaruhi sifat malu orang tersebut. Begitu pula dengan hilangnya rasa malu, dipengaruhi oleh kadar kematian hati dan ruh seseorang. Sehingga setiap kali hati hidup, pada saat itu pula rasa malu menjadi lebih sempurna.
Malu adalah akhlak (perangai) yang mendorong seseorang untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan yang buruk dan tercela, sehingga mampu menghalangi seseorang dari melakukan dosa dan maksiat serta mencegah sikap melalaikan hak orang lain.[ Lihat al-Haya’ fî Dhau-il Qur-ânil Karîm wal Ahâdîts ash-Shahîhah (hal. 9)]

💘Imam al-Qurthubi rahimahullâh berkata, “Malu yang dibenarkan adalah malu yang dijadikan Allah Azza wa Jalla sebagai bagian dari keimanan dan perintah-Nya, bukan yang berasal dari gharîzah (tabiat). Akan tetapi, tabiat akan membantu terciptanya sifat malu yang usahakan (muktasab), sehingga menjadi tabiat itu sendiri. Nabi n memiliki dua jenis malu ini, akan tetapi sifat tabiat beliau lebih malu daripada gadis ya ng dipingit, sedang yang muktasab (yang diperoleh) berada pada puncak tertinggi.”[  Fathul Bâri (X/522)]

🌷 Malu ada 2 jenis :
1. Malu yang merupakan watak atau tabiat. Yang dengan ini seseorang malu melakukan perbuatan tidak baik
2. Malu yang merupakan hasil usaha dari ma’rifatullah (mengenal ALLAH)

👑Namun ada malu yang tercela, yaitu malu yang menyebabkan pelakunya menyia-nyiakan hak Allah Azza wa Jalla sehingga ia beribadah kepada Allah dengan kebodohan tanpa mau bertanya tentang urusan agamanya, menyia-nyiakan hak-hak dirinya sendiri, hak-hak orang yang menjadi tanggungannya, dan hak-hak kaum muslimin, adalah tercela karena pada hakikatnya ia adalah kelemahan dan ketidakberdayaan.

⛅Contoh malu yang tercela :
Malu bertanya dalam rangka menuntut ilmu, malu mengaji karena sudah dewasa, malu melakukan amar makruf dan nahi munkar, dan malu dalam melakukan perbuatan baik yang karenanya dia kehilangan kesempatan menuai pahala dan kebaikan.
Adapun sikap diam ukhty, jika pada saat itu lebih baik kita diam daripada berbicara yang tidak ada faedahnya, maka itu lebih baik. Namun, apabila kita dapat mengatakan kebaikan, maka berbicara lebih baik daripada diam. Adapun diam ketika melihat kemunkaran, sedangkan kita dapat berbicara, maka itu perbuatan tercela. Jadi, diamnya kita adalah karena ada kemashlahatan didalamnya.
Dalam hadist arba’in disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : ” Barangsiapa beriman kepada ALLAH dan hari akhir hendaklah ia berkata yang baik atau diam”. (HR. Bukhari Muslim)
Hadist ini menunjukkan dianjurkannya berkata baik, baru jika tidak dapat berkata baik, maka hendaklah diam.

👒Ustadzah Afifah

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

Tim Assatidz IHQ🌴

💕💕💕💕💕💕💕💕💕

🔅 RS5
Apa yang harus kita lakukan agar diri ini kuat dari godaan syaithan. Apakah ada amalan khusus untuk menjaga diri? Odoj sudah, al matsurat iya, sholat sunnah terlaksana, tapi sy pribadi masih sering kalah oleh syaithan. Mohon pencerahannya, syukron..

💌 Jawab
Ukhti shalihat yang disayangi Allah,Kalau semua sudah di lakukan, sementara syaithan masih tetap mengalahkan, bisa jadi kita belum khusyu’ melakukannya atau ada hal-hal lain yang mengundang datangnya syaithan atau membuat syaithan bersarang pada diri kita atau di rumah kita.
Untuk mengusirnya ukhti bisa menutupi celah atau pintu2 syaithan tersebut kemudian bisa dilakukan ruqiyah mandiri seperti membaca Alfatihah, surat albaqarah, ayat kursi, 3 qul yaitu al ikhlas, al falaq dan annas. Semoga Allah memudahkan usaha bunda.

Luruskan niat dalam setiap ibadah, semata-mata untuk mengharap ridlo Allah. bukan karena takut digoda syaitan, bukan karena ria atau ikut2an saja.
insyaAlloh jika niatnya sudah lurus, ikhlas, syaitan akan dengan sendirinya menjauh.

🌼 Ustadzah Maisal

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

Tim Assatidz IHQ🌴

🌂⛅🌂⛅🌂⛅🌂⛅🌂
[24/3 7:08 PM] ‪+62 857-5958-4687‬: 🚁🚁🚁🚁🚁🚁🚁🚁🚁

TANYA JAWAB SYARI’AH ~TJS

📩 022/TJS-IHQ🌴/REG-S
📆 24 Maret 2015𳐽𳐽

🚲 🚲 🚲 🚲 🚲 🚲 🚲 🚲

1⃣ Gimana ya cara nya untuk menjaga agar tetap slalu husnudzon pada Allah saat hidup terasa sulit? Dan juga gimana cara nya supaya gk putus asa, padahal kan kita tau putus asa itu perbuatan yg dibenci Allah, tapi namanya manusia, tempatnya salah, dhoif, suka putus asa.

🔑Jawab:
Bagaimana menuntun fikiran kita agar berfikir positif kepada ALLAH ??

💐Ingat bahwa didalam Al-Qur’an ALLAH sudah mengabarkan bahwa Dia tidak akan menguji hamba-hambaNya melebihi batas kemampuan dari hamba-hambaNya.

Artinya : bahwa ketika kita melihat ujian yang kita alami..  seberat apa pun ALLAH sudah mengukur bahwa kita kuat menjalaninya.

Kemudian yang perlu diingat tentang bahayanya putus asa.. adalah turunnya murka ALLAH kepada kita. Na’udzubillahi mindzalik.

🏠 Jadi saran saya ya sayang …
Semakin dekatkan diri kita kepada ALLAH .. bersimpuh dihadapan ALLAH memohon ampunanNya. Memohon pertolongan agar diberi hidayah dan kekuatan dalam kesabaran menjalani ujian-ujian yang Dia berikan.
InsyaaALLAH .. ALLAH akan menjawab pertanyaan anti dengan IlmuNya dan rahmatNya yang sangat luas.

🌳Tanamkan keyakinan yang diajarkan oleh Agama kita yang Mulia ini , bahwa sebagai hamba yang beriman maka hanya ada 2 ruang pikirnya , yakni :
Bersyukur ketika lapang,
Dan Bersabar jika sedang dalam kesempitan.

🍄Allah menunggu hambaNya yang ingin memohon pertolongan kepadaNya dengan cara yang diajarkanNya sendiri , yani dengan Shabar dan Shalat !!

Sebelum saya mengakhiri jawaban yang sedikit ini … Mungkin special buat penanya dan seluruh jama’ah IHQ Roahimakumullah mari kita camkan kalimat berikut ini .. Terutama bagi siapa saja yang mencari nilai kebahagiaan sejati :

🌻”Bahagia itu letaknya pada Ridho kepada keadaan apapun yang Allah takdirkan untuk diri kita.
Sedangkan Sengsara itu adalah keadaan dimana kita tidak ridho dengan takdirNya yang Dia tetapkan untuk kita.”

🌍”Temukan kebahagiaanmu dengan ridho atas keadaanmu jika itu kau sadari merupakan kehendakNya.
Bayangkan jika kita benar Cinta kepadaNya… Tentu RidhaNya lah yang kita butuhkan…., bukan kehendak kita yang kita paksakan. Karena itu kita harus punya keyakinan bahwa Dia telah menetapkan segala keadaan kita itu dengan IlmuNya, dengan RahmatNya dan dengan KeadilanNya….”

والله أعلم بالصواب

Salam untuk semua jama’ah IHQ yang saya cintai karena Allah.

✈Bunda Endria🌴

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

Tim Assatidz IHQ🌴

⚓⛵⚓⛵⚓⛵⚓⛵⚓

2⃣ Ihq 03
Bun, tolong berikan contoh/penjelasan orang2 munafik yg membaca alquran…syukron..

🏠Jawab

عَنْ أَنَسٍ عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الْأُتْرُجَّةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ التَّمْرَةِ لَا رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الرَّيْحَانَةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ

🚆Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al Qur`an adalah seperti buah Utrujah, baunya harum dan rasanya juga enak. Dan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al Qur`an adalah seperti buah kurma, baunya tidak semerbak, namun rasanya manis. Sedangkan perumpamaan orang munafik yang membaca Al Qur`an adalah laksana buah Raihanah yang baunya harum namun rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al Qur`an adalah seperti buah Hanzhalah, baunya tidak wangi dan rasanya juga pahit.
(HR. Bukhari, Muslim, Annasaa’i, dan Ibnu Majah).

Munafiq yang membaca dan tidak membaca Al-Quran

🚖Orang munafiq yang hakiki adalah orang yang menampakkan keimanan dan menyembunyikan kekafiran. Ada beberapa ciri orang munafiq, diantaranya
apabila dia berbicara dia berdusta, bila dia berjanji dia ingkari dan apabila dia diberi amanah dia menyalahinya.
Apabila ada orang memiliki sifat tersebut dan dalam hatinya dia mengingkari keimanannya kepada Allah SWT maka dia akan termasuk orang munafiq yang akan ditempatkan di neraka yang pang bawah (fiddarkil asfali minannar) dan kekal di dalamnya. Orang munafiq ini walaupun dia terus berusaha ingin menampakkan keimannya di hadapan manusia maka akan bisa terlihat dari sikap dia terhadap Al-Quran. Walaupun dia membaca Al-Quran tetap saja dia menyembunyikan kekafirannya, maka Rasulullah SAW mengumpamakan dia bagaikan buah raihanah, aromanya semerbak namun rasanya pahit. Tilawah Al-Quran baginya hanyalah sekedar amalan zhahir yang hanya lewat kerongkongannya saja tidak lebih dari itu. Tidak ada keinginan untuk memahami artinya, bahkan cenderung mengingkarinya.

🚗Ustadzah Enung

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

Tim Assatidz IHQ🌴

🚄🚋🚋🚋🚋🚋🚋🚋🚋

3⃣ IHQ 5
Assalamu’alaikum mau nanya, mbak. Bisakah diperjelas makna hadits d bwh ini?
Dari Anas bin Malik :
” Bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Nabi SAW, “Kapan terjadinya kiamat wahai Rasulullah ?” Beliau menjawab, “Apa yang engkau persiapkan untuk menghadapinya?” Dia menjawab, “Aku tidak (punya) persiapan untuk menghadapinya dengan banyak sholat, puasa, atau shodaqoh, akan tetapi aku sangat mencintai Allah dan RasulNya.” Kemudian Rasulullah SAW pun berkata, “Kamu akan bersama orang yang kamu cintai.”
( HR. Bukhari).
👉Ia mengatakan mencintai nabi namun tidak melakukan banyak ibadah. Bukankah cinta tak hanya sekedar kata?

🚣Jawab:

وَالسَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَداً ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

🍀Orang-orang terdahulu lagi yang pertama-tama dari golongan Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha pada mereka dan merekapun ridha kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya itulah kemenangan yang besar [QS At Taubah : 100]

🌿Para Sahabat adalah orang-orang pilihan, generasi terbaik dan Allah meridhoi mereka.
jadi, ketika sahabat ini mengatakan bahwa ia tidak banyak melakukan ibadah, itu tidak berarti seperti orang-orang dizaman ini.
itu adalah bahasa seorang sahabat yang merendah dengan amal2nya.
bagaimana tidak, para sahabat bisa ikut bertempur hampir 3x setahun…
disaat orang-orang munafik tidak hadir sholat isya dan subuh, Abdullah bin ummi maktum yang buta tetap datang walaupun merangkak.
Dan orang yang mencintai seseorang serta berharap bisa bersama orang yang dicintainya, pastilah berusaha beramal seperti orang yang dicintainya tersebut.

🚀Ustadzah Enung

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

Tim Assatidz IHQ🌴

🌊🌊🌊🌊🌊🌊🌊🌊🌊

⛵⛵⛵⛵⛵⛵⛵⛵⛵
[25/3 5:26 PM] ‪+62 857-5958-4687‬: 🍥🍯🍥🍯🍥🍯🍥🍯🍥

TANYA JAWAB SYARI’AH ~TJS

📩 023/TJS-IHQ🌴/REG-S
📆 25 Maret 2015𳐽

🍯🍭🍯🍭🍯🍭🍯🍭🍯

1⃣IHQ 3
Bagaimana agar kita bisa membuat orang lain untuk mencintai Allah? Dengan tanpa paksaan pada mereka..tanpa menyakiti atau memaksa mereka?
Bagaimana caranya ya mbak?

🍌Jawab :

🔬Seseorang yang bisa mencintai Allah itu adalah sebuah sebuah rahmat yang besar.
Untuk mengajak seseorang agar mencintai Allah itu berarti dia sedang mengambil jalan dakwah.
Jalan dakwah itu tentu ada strateginya.

🔍Terkait dengan pertanyaan ukhti tersebut diatas insyaAllah bisa diusahakan dengan banyak cara diantaranya :

1. Nenasihatinya dengan cara yang baik.
Menghadiahi buku2 Agama yang berkaitan dengan keutamaan dzikir kepada Allah. Ini adalah usaha yang sangat efektif jika seseorang tersebut mau membaca buku itu.

2. Menunjukkan kepada yang ingin kita dakwahi agar dia mencintai Allah dengan amal2 sholih yang dilakukan dengan istiqomah.

3. Mengajaknya untuk datang ke majelis2 ilmu.

4. Mendoakan yang bersangkutan.

🍥InsyaAllah dengan usaha2 tersebut yang dilakukan dengan istiqomah dan penuh keihlasan maka Allah ta’alaa pasti akan memberikan hasilnya.

🍭 Bunda Endria🌴

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

Tim Assatidz IHQ🌴

🍓🍨🍓🍨🍓🍨🍓🍨🍓

2⃣ IHQ 3
Ukh saya mau tanya…..
Setiap manusia akan mengalami apa itu ujian. musibah. atau cobaan..
Apa yang membedakan antara ke3 nya…
Apakah jika Allah semakin cinta dengan hambaNya maka hambaNya akan terus di uji….
Kalau ia lolos ia akan dinaikkan Allah  derajatnya. lalu klo ia gagal gimana….

🍎Jawab :

Ukhti rohimakumullah…

Perbedaan pengertian Musibah dan Ujian, silahkan difahami penjelasan berikut ini :

💕1. Musibah atau bencana yang menimpa orang yang beriman yang tidak lalai dari keimanannya, sifatnya adalah ujian dan cobaan. Allah ingin melihat bukti keimanan dan kesabaran kita.

🔹Jika kita bisa menyikapi dengan benar, dan mengembalikan semuanya kepada Allah, maka Allah akan memberikan pertolongan dan rahmat sesudah musibah atau bencana tersebut.

🔅Sebaliknya bagi orang-orang yang bergelimang dosa dan kemaksiatan,  bencana atau musibah yang menimpa, itulah yang disebut siksa atau azab dari Allah atas dosa-dosa mereka.

🏁Apabila ada orang yang hidupnya bergelimang  kejahatan dan kemaksiatan, tetapi lolos dari bencana/musibah, maka Allah sedang menyiapkan bencana yang lebih dahsyat untuknya, atau bisa jadi ini merupakan siksa atau azab yang ditangguhkan ( dalam istilah Syar’i disebut dengan Istijroj ) yang kelak di akhirat-lah balasan atas segala dosa dan kejahatan serta maksiat yang dilakukannya.

📯Sebenarnya yang terpenting bukan musibahnya, tetapi apa alasan Allah menimpakan musibah itu kepada kita….

📻Yang sangat penting untuk kita ingat adalah jika musibah itu terjadi, disebabkan dosa-dosa kita, maka segera-lah bertobat kepada Allah. Kalau musibah yang terjadi karena ujian keimanan kita, maka kuatkan iman dan berpegang teguhlah kepada Allah.

✏Siapa saja berbuat kebaikan, maka manfaatnya akan kembali kepadanya. Sedangkan siapa saja berbuat kejahatan, maka bencananya juga akan kembali kepada dirinya sendiri. Bisa dibalas didunia atau di akhirat.

📣Perhatikan firman Allah SWT berikut ini :

”Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia tidak akan dibalas melainkan sebanding dengan kejahatan itu. Dan barangsiapa mengerjakan amal yang saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezki di dalamnya tanpa hisab”. (QS. Al Mukmin  : 40).

✒Dan juga perhatikan dengan seksama firman Allah SWT berikut ini : 

“Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.” (QS. An Nissa [4] : 79)

🚪Ibnu Katsir mengatakan bahwa makna “Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah” adalah dari karunia dan kasih sayang Allah SWT. Sedangkan makna “dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.” Berarti dari dirimu sendiri dan dari perbuatanmu sendiri.

💠Berikut saya berikan beberapa gambaran agar menjadi lebih mudah difahami sebagai contoh2 tentang Musibah.

🔉Musibah bisa jadi sebagai peringatan
Musibah ini diberikan kepada kaum mukmin yang merosot keimanannya. Peringatan ini karena kasih sayang Allah SWT. Misalnya seseorang yang berada dalam kesempitan rezki.  Kemudian ia bermunajat di malam hari agar Allah memberikannya keluasan rezeki. Shalat tahajud, shalat Dhuha, puasa sunah senin kamis dan perbaikan ibadah lainnya dengan semaksimal mungkin.  Hingga Allah SWT memberikan jalan keluar. Bisnisnya berkembang, karyawan bertambah, kesibukan semakin meningkat. Tapi justru dikarenakan sibuknya, satu persatu ibadah sunahnya mulai ia tinggalkan. Shalat-shalatnya pun semakin tidak khusyu’.  Seharusnya bertambahnya nikmat, membuat ia bertambah syukur dan  semakin dekat dengan Allah, tetapi yang terjadi adalah sebaliknya, nikmat bertambah malah membuatnya semakin jauh dari Allah.

🎀Orang ini sebenarnya sedang mengundang datangnya musibah atau azab Allah. Musibah yang datang kepadanya sebagai peringatan untuk meningkatkan kembali keimanannya yang merosot itu.  Bisa saja terjadi tiba-tiba usahanya macet dan banyak mengalami kerugian. Akibatnya ia terlilit hutang.  Dalam keadaan bangkrut tadi tidak ada yang mau menolongnya. Ketika itulah ia kembali kepada Allah untuk memohon pertolongan dengan cara memperbaiki ibadah-ibadahnya yang selama ini sudah tidak ia perhatikan lagi. Tercapailah tujuan musibah yaitu pemberi peringatan.

📚Musibah juga bisa sebagai penggugur dosa-dosa kita. Perhatikan sabda Rasulullah SAW berikut ini: 

📎“Tak seorang muslim pun yang ditimpa gangguan semisal tusukan duri atau yang lebih berat daripadanya, melainkan dengan ujian itu Allah menghapuskan perbuatan buruknya serta menggugurkan dosa-dosanya sebagaimana pohon kayu yang menggugurkan daun-daunnya.” (HR Bukhari dan Muslim).

🏆Perhatikan dengan seksama firman Allah SWT berikut ini : “Dan Sesungguhnya kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), Mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. As Sajdah : 21)

🔭Jadi sebenarnya, Allah SWT menurunkan musibah atau azab pada kita di dunia ini, sebagai peringatan bagi kita, untuk kembali pada kebenaran.

💦2. Musibah sebagai ujian keimanan

Musibah ini adalah tanda kecintaan Allah SWT  pada seseorang hamba. Semakin tinggi derajat keimanan dan kekuatan agama seseorang,  justru ujian (musibah) yang menimpanya akan semakin berat. Perhatikan sabda Nabi SAW berikut ini :  Dari Mush’ab bin Sa’d dari ayahnya. Ayahnya berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah SAW,” Manusia manakah yang paling berat ujiannya?” Rasulullah SAW menjawab,” Para Nabi, kemudian disusul yang derajatnya seperti mereka, lalu yang di bawahnya lagi. Seseorang diuji sesuai keadaan agamanya. Jika agamanya itu kokoh maka diperberatlah ujiannya. Jika agamanya itu lemah maka ujiannya pun disesuaikan dengan agamanya. Senantiasa ujian menimpa seorang hamba hingga ia berjalan di muka bumi tanpa dosa sedikit pun.”   (HR. al-Ahmad, al-Tirmidzi dan Ibn Majah,berkata al-Tirmidzi: hadits hasan shahih)

🌂Sedangkan bala atau cobaan maupun ujian juga telah disebutkan didalam Al Qur’an seperti tertulis dalam firman Allah SWT :  “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS. Al Anbiya : 35)

💞Cobaan atau ujian yang menimpa setiap orang, bisa berupa keburukan atau kebaikan, kesenangan atau kesengsaraan, sebagaimana disebutkan pula didalam firman-Nya yg lain yaitu :

“ Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali  (kepada kebenaran) (QS. Al A’raf : 168).

✴Sekarang mari kita tanyakan dengan jujur pada diri sendiri, bagaimana keimanan kita terhadap Allah SWT ? Apabila kita termasuk orang yang lalai, maka jawaban atas musibah yang menimpa, adalah sebagai azab dan peringatan atas kelalaian kita, agar kita sadar dari kelalain kita selama ini. Dan segeralah bertobat.

🔹Dan kalau kita bukan hamba-Nya yang lalai, maka segala ujian yang terjadi menimpa kita, adalah sebagai suatu ujian, dimana dengan ujian itu, Allah telah menyiapkan tingkat keimanan yang lebih tinggi untuk kita. Seperti menjadikan kita hamba pilihan-Nya yang sabar. Dan pahala orang yang sabar sungguh tanpa batas. Seperti tertulis dalam firman-Nya :

“…..Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas (Az Zumar : 10).

🔰Dan benar adanya seperti yang ditanyakan bahwa jika seseorang lulus dari ujian2 yang Allah ta’alaa bagikan untuknya maka dia akan naik derajad kedudukannya disisi Allah dalam kehidupan yang diridhaiNya.

⚠Sebaliknya jika ketika seseorang diuji kemudian tidak sabar atau murka kepada Allah maka dia akan tiada akan mendapat apapun kecuali kehinaan diri dan juga tiada pertolongan Allah datang kepadaNya. Karena Allah sangat membenci hamba2Nya yang mudah putus asa dari rahmat Allah dan tidak mau bersabar kepada ujian2 yang Dia berikan kepadanya.

💝Oleh karena itu sebagai penutup dari jawaban saya ini, saya mengajak diri saya dan antum sekalian untuk selalu menguatkan KESABARAN KITA karena dengan kesabaran, insyaAllah kita akan bisa meraih Ridha Allah, dan Ridha Allah adalah segalanya. Benar2 segala yang tertinggi dari kebahagiaan dan keutamaan yang harus dikejar oleh Manusia…:)

🍒 Bunda Endria🌴

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

Tim Assatidz IHQ🌴

🍧🍡🍧🍡🍨🍡🍧🍡🍨
[26/3 5:58 PM] ‪+62 857-5958-4687‬: 🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌻🌻

TANYA JAWAB SYARI’AH ~TJS

📩 024/TJS-IHQ🌴/REG-S
📆 26 Maret 2015𳐽

🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃

🍁 IHQ 3

Assalamualaikum.. maksud dari Allah bersemanyam di enam masa apa bunda?
(Al A’raf ayat 54)

🍄 Jawaban:

▶  Kalau yang dimaksudkan Allah bersemayam (استوى) dalam surat Al-A’raf ayat 54 yaitu Allah bukan bersemayam dalam enam masa tetapi Allah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian setelah itu bersemayam di Arsy-Nya. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-A’raf ayat 54:

إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ
🎁Artinya: ” Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. Al-araf : 54)

🌀 Terdapat pula dalam ayat-ayat lain, seperti :

وَهُوَ الَّذِي خَلَق السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ

♻Artinya : “Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa.” (QS. Huud : 7)

وَلَقَدْ خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ

💠Artinya : “dan Sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa.” (QS. Qaff : 38)

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ

✴Artinya : “Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa.” (QS. Sajdah : 4)

🌀 Dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Dari Abu Hurairah berkata,
Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang tanganku dan berkata: “Wahai Abu Hurairah, sesungguhnya Allah menciptakan langit dan bumi dan seisinya dalam enam hari, kemudian bersemayam di atas ‘Arsy pada hari ketujuh. Dan menciptakan tanah pada hari Sabtu, gunung pada hari Ahad, pohon pada hari Senin, At-Tiqna (sesuatu yang penting dalam kehidupan) pada hari Selasa, cahaya pada hari Rabu, hewan-hewan pada hari Kamis, ndan Adam pada hari Jum’at di akhir waktu siang setelah Ashar. Menciptakan tanah bumi dari yang merah dan hitam, dan dari yang baik dan yang buruk, oleh karena itu Allah ‘azza wa jalla menciptakan dari Adam kebaikan dan keburukan”. (HR. An-Nasa-i)

📕 Makna “أيام jamak  يوم” yaitu “hari” dalam nash nash di atas bukanlah “hari” menurut perhitungan manusia, tetapi menurut perhitungan Allah azza wajalla sebagaimana Al-Qur’an menyebutkan bahwa sehari di sisi Allah ada yang seperti seribu tahun menurut perhitungan manusia dan ada juga yang seperti limapuluh ribu tahun.

Allah subhanahu wa ta’aalaa berfirman:

وَإِنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ

🔸Artinya: “Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS. Al-Hajj:47)

يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ أَلْفَ سَنَةٍ مِمَّاتَعُدُّونَ

🌳Artinya: “Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadanya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS. As-Sajdah:5)

تَعْرُجُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

🌸Artinya: “Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.” (QS. Al-Ma’aarij:4)

📕 Makna (استوى= istiwa) yaitu bersemayam, dan dalam hal ini manusia tidak boleh menafsirkan bagaimana istiwanya Allah Azza wajalla di atas ‘Arsy-Nya karena Allah tidak boleh diserupakan dengan makhlukny.

✅ Sayyid Quthb mengatakan, “Sesungguhnya aqidah tauhid Islam tidak meninggalkan celah apapun bagi persepsi manusiawi tentang dzat Allah swt. Juga tidak meninggalkan pendapat tentang penggambaran bagaimana kaifiat (cara) pekerjaan Allah.

🌜Allah swt., tidak dapat diserupai dengan sesuatu apapun. Karena itu, tidak pada tempatnya bagi persepsi manusiawi untuk mengarang gambaran tentang Dzat Allah swt. Semua penggambaran manusia, sesungguhnya terbentuk dalam batasan yang mengelilinginya sebagai buah pemikiran akal manusia dari apa yang ada di sekitarnya.

🌼Bila Allah swt. tidak dapat diserupai dengan sesuatu apapun, berarti penggambaran manusiawi itu mutlak terhenti untuk memberi gambaran spesifik bagi Dzat Allah swt. Dan hal ini praktis meliputi seluruh gambaran kaifiat pekerjaan Allah, sehingga tidak tertinggal satu celah pun di hadapan manusia kecuali dengan mantadabburkan ayat-ayat Allah yang ada di alam wujud.

❄Hanya inilah celahnya. Dan bila terdapat pertanyaan, “Bagaimana Allah menciptakan langit dan bumi? Bagaimana Allah istiwa di atas Arasy? Bagaimana Arasy tempat istiwa’nya Allah?

☔Bentuk-bentuk pertanyaan seperti ini merupakan perbuatan sia-sia yang bertentangan dengan kaidah aqidah Islamiyah.

💐Ustadzah Ade

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

Tim Assatidz IHQ🌴

🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌻🌻
[30/3 5:53 PM] ‪+62 857-5958-4687‬: ❄☀❄☀❄☀❄☀❄

TANYA JAWAB SYARI’AH ~TJS

📩 025/TJS-IHQ🌴/REG-S
📆 30 Maret 2015𳐽

⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄

1⃣ IHQ 1
Mau nanya…salah satu dosa besar yg disebutkan diatas salah satunya memberi tanda di muka binatang…mksdnya gmn ya?

⭐Jawab:

🌀Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin ‘Isa]; Telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Wahb]; Telah mengabarkan kepadaku [‘Amru bin Al Harits] dari [Yazid bin Abu Habib] bahwa [Na’im Abu ‘Abdillah] budak Ummu Salamah menceritakan kepadanya, dia mendengar [Ibnu ‘Abbas] berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melihat seekor keledai yang diberi tanda pada wajahnya, maka beliau pun mengingkari hal itu. Beliau berkata: “Demi Allah, sungguh aku tidak memberi tanda padanya kecuali pada ujung wajahnya saja.” Lalu beliau memerintahkan untuk memberi tanda keledai beliau pada dua sisi pahanya, dan dia adalah orang pertama yang memberi tanda pada kedua sisi paha hewan.

💐 Ustadz jayyad

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

Tim Assatidz IHQ🌴

⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄

2⃣ IHQ 09, 6, 7, 1,12
Apakah yang dimaksud pada poin 29? nikah muhallil dan muhallal lahu?

🚨Jawab:

⛅Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud r.a, bawha Rasulullah saw. melaknat muhalil, yaitu orang yang menikahi wanita dengan tujuan menghalalkan wanita itu bagi suaminya yang telah menjatuhkan talaq tiga atasnya dan juga melaknat muhalal lahu, yaitu seorang suami yang telah mentalak tiga isterinya lalu menyuruh orang lain dengan tujuan menghalalkannya untuk dirinya.

☔Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir r.a, ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Maukah kalian aku beritahu tentang kambing penjantan?’ ‘Tentu saja wahai Rasulullah!’ sahut mereka. Rasul Bersabda, ‘Yaitu muhallil, Allah melaknat muhallil dan muhallil lahi’,” (Shahih, HR at-Tirmidzi [1120] dan an-Nasa’i [VI/149]).

🌜Barangsiapa menikahi wanita yang telah ditalaq tiga untuk menghalalkannya bagi mantan suami yang telah mentalaqnya maka ia jatuh dalam laknat. Berdasarkan riwayat shahih dari Abdullah bin Umar r.a, bahwa seorang laki-laki datang kepadanya bertanya tentang seorang laki-laki yang mentalaq tiga isterinya lalu saudara laki-lakinya menikahi mantan isterinya itu dengan tujuan menghalalkan mantan isterinya itu untuknya tanpa ada kesepakatan antara keduanya. Apakah hal itu boleh dilakukannya? Abdullah bin Umar menjawab, “Tidak boleh, kecuali pernikahan yang disertai dengan hasrat birahi. Kami menganggap perbuatan itu seperti perzinaan pada masa Rasulullah saw,” (Shahih, HR al-Hakim [II/199] dan al-Baihaqi [VII/208]).
Ibnu Umar pernah ditanya tentang nikah tahlil untuk menghalalkan seorang wanita dengan mantan suaminya. Beliau menjawab, “Itu adalah perzinaan, kalaulah Umar mengetahui kalian melakukannya niscaya ia akan menghukum kalian,” (Shahih, HR Ibnu Abi Syaibah [IV/294]).

💐 Ustadz jayyad

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

Tim Assatidz IHQ🌴

☀❄☀❄☀❄☀❄☀
[31/3 5:33 PM] ‪+62 857-5958-4687‬: 🍃🍁🍃🍁🍃🍁🍃🍁🍃

TANYA JAWAB SYARI’AH ~TJS

📩 026/TJS-IHQ🌴/REG-S
📆 31 Maret 2015

🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃

📙IHQ 12
Tentang memanjangkan celana melebihi mata kaki (isbal)
Bisa di jelaskan tidak ukh maksdnya gimana?
Sebab yg saya tau memakai celana memang harus panjang tapi kenapa justru memakai celana melebihi mata kaki termasuk dalam dosa besar yah ukh. mohon penjelasan?

🌾Jawab:
Pengharaman isbal khusus untuk kaum laki-laki bukan wanita. Adapun wanita boleh menjulurkan ujung kainnya sejengkal atau sehasta di bawah mata kaki sebagaimana yang tertera dalam hadits Ibnu Umar r.a, ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Barangsiapa menjulurkan pakaiannya karena sombong maka Allah tidak akan memperhatikannya di hari kiamat kelak.’ Ummu Salamah bertanya, ‘Apa yang harus dilakukan kaum wanita dengan ujung kainnya?’ Beliau menjawab, ‘Turunkan sejengkal.’ Ummu Salamah kembali berkata, ‘Kalau begit kaki mereka akan kelihatan.’ Beliau bersabda, ‘Julurkan satu hasta dan jangan lebih dari itu’,” (HR Shahih, HR Abu Dawud [4119] dan at-Tirmidzi [1731]).

✂ Bagaimana jika lelaki celananya melebihi mata kaki dg maksud tdk krn sombong, apakah hal ini trmasuk isbal yg diharamkan?

✒Memanjangkan pakaian jika tujuannya untuk menyombongkan diri hukumannya tidak dilihat Allah pada Hari Kiamat, tidak diajak bicara, tidak disucikan, dan diadzab dengan adzab yang pedih.

🌱Sedangkan jika tidak bertujuan untuk menyombongkan diri, maka hukumannya akan diadzab dengan api neraka berdasarkan kain yang melebihi di bawah mata kaki, karena Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam bersabda, “Tiga golongan yang tidak diajak bicara oleh Allah pada Hari Kiamat, tidak dilihat, tidak disucikan dan mereka mendapatkan adzab yang pedih; yaitu orang yang memanjangkan pakaian, orang yang mengungkit-ungkit pemberian, dan orang yang melariskan dagangannya dengan sumpah palsu.” (Diriwayatkan Muslim). Ditakhrij Muslim, kitab Al-Iman, bab “Bayanu Ghaladz Tahrimi Isbali Al-Izar”.

✏ pendapat Syaikh Ibnu Utsaimin, berkata bahwa isbal terdiri dari dua macam :
🌹1. Jika karena sombong dan congkak, ini termasuk dosa besar.

🌷2. Jika dilakukan tidak dengan kesombongan. Perbuatan ini pun dilarang karena dikhawatirkan termasuk dosa besar

💐 Ustadz jayyad

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

Tim Assatidz IHQ🌴

🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃

📔IHQ 6
isbal (memanjangkan kain) karena sombong termasuk dosa besar. Namun yang terjadi pada zaman sekarang bisa jadi justru yang memendekkan kain nya yang lebih rawan terkena sombong karena merasa lebih “nyunah (mengikuti sunnah nabi)
bagaimana dengan fenomena ini ust?

🍀Ketahuilah bahwa kesombongan itu merupakan akhlak batin, yang muncul karena amal, yang berarti kesombongan merupakan buah dari amal.
Akhlak ini merupakan hasrat untuk menampakkan diri di hadapan orang yang akan disombongi, agar terlihat lebih hebat dari yang lain, dengan memiliki sifat kesempurnaan.
Pada saat itulah dia menjadi sombong. Jadi, dia dikenai dosa atas kesombongannya bukan sunnah nabi.

💐 Ustadz jayyad

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

Tim Assatidz IHQ🌴

🍃🍁🍃🍁🍃🍁🍃🍁🍃

📘IHQ 6

Apakah yang dimaksud tathayyur?

🌿Jawab:
🌠 Tathayyur berasal dari ath-thiyarah, yang berarti merasa sial karena suatu hal. Pada mulanya, orang Arab merasa bernasib sial karena burung-burung tertentu, seperti: burung gagak, burung hantu, serta berbagai hewan lainnya. Kemudian istilah ini dimutlakkan penggunaannya pada semua perasaan sial, apapun bentuk dan penyebabnya.

☔Bentuk tathayyur masa kini merupakan kelanjutan kepercayaan masa lampau. Bentuk tathayyur masa lampau yang masih terbawa sampai sekarang adalah merasa sial karena adanya burung gagak atau burung hantu. Muncul rasa pesimis, jika ada burung hantu di dekat rumah, menandakan bahwa penghuni rumah tersebut akan mengalami musibah (kematian). Atau merasa sial karena adanya bulan tertentu, misalnya bulan Shafar. Banyak orang yang menghindari bulan ini untuk pernikahan. Demikian juga ada sebagian orang yang merasa sial dengan bulan Syawal atau bulan Dzulqa’dah. Atau juga bulan Muharram (bulan terbunuhnya Husain bin ‘Ali ra), sehingga mereka tidak mau melangsungkan pernikahan di bulan ini. Termasuk kategori tathayyur yang lain, yaitu merasa sial karena orang tertentu, dan menganggap bahwa orang tersebut sebagai pembawa sial. Termasuk tathayyur pula, yaitu merasa sial karena angka tertentu, seperti angka tiga belas, atau angka empat. Oleh karenanya, sebagian orang tidak mau bepergian pada tanggal 13, tidak mau membeli rumah nomor 13, tidak mau memberi nomor lantai ke-13 pada gedung bertingkat (biasanya diberi nomor 12a atau 12b).

💐 Ustadz jayyad

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

Tim Assatidz IHQ🌴

🍃🍁🍃🍁🍃🍁🍃🍁🍃
[1/4 5:09 PM] ‪+62 857-5958-4687‬: 💜🎈💜🎈💜🎈💜🎈💜

TANYA JAWAB SYARI’AH ~TJS

📩 027/TJS-IHQ🌴/REG-S
📆 1 April 2015

💕🍁💕🍁💕🍁💕🍁💕

1⃣ IHQ2
Dari dosa besar disebutkan menasabkan diri selain kepada ayah kandung. Mohon pnjelasannya.

✏ Jawab:

🔁Orang yang tidak mengakui ayah kandungnya sendiri, lalu mengakui orang lain sebagai ayahnya, maka perbuatan itu dinamakan menasabkan dirinya bukan kepada ayah kandungnya. Perbuatan tersebut termasuk dosa besar.

🔀Kejadian seperti itu terkadang terjadi di tengah-tengah masyarakat, merasa malu dengan kekurangan Ayah kandungnya, baik karena kemiskinan ayahnya atau adanya cacat dalam tubuhnya atau anaknya itu merasa malu sebab ayahnya itu sudah tua dan jompo, atau malu punya orang tua yang bodoh dan tidak berwibawa. Atau bisa karena selama ini Ayahnya kurang menyayanginya sehingga anaknya  itu mencari figur ayah baru.

🚫Sifat seperti ini sangat tercela dan terkutuk dalam pandangan Islam, sebab durhaka kepada orang tua.

☑Rasulullah Saw bersabda :

♻Dari Sa’d bin Abi Waqash ra. bahwa Nabi Saw bersabda, “Barangsiapa yang mengaku bernasab kepada bukan ayahnya, sedangkan ia tahu bahwa orang itu bukan ayahnya, maka ia haram masuk surga”. (HR. Buklzari dan Muslim).

💕Nabi saw bersabda :

💠Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw. beliau bersabda, Janganlah kamu membenci ayahmu. Barangsiapa yang membenci ayahnya maka ia adalah kafir”. (HR. Bukhari dan Muslim).

💜Dari Yazid bin Syarik bin Tharib, ia berkata, Saya melihat Ali ra. berkhutbah di atas mimbar, dan saya mendengar beliau berkata, Demi Allah, tidak ada pada kami kitab yang kami baca kecuali kitab Allah dan tulisan yang ada pada lembaran ini. Kemudian beliau membuka lembaran itu yang didalamnya ada catatan umur-umur onta (yang harus dikeluarkan zakatnya) dan berbagai macam ketentuan hukum pidana. Dalam hal ini Rasulullah saw. bersabda, Madinah adalah bumi haram yakni daerah yang berada di antara Air sampai Tsur. Barangsiapa yang membuat kekacauan di situ atau menempatkan pengacau maka ia mendapat kutukan Allah, Malaikat, dan segenap manusia, serta pada hari kiamat nanti Allah tidak akan menerima tobat dan tebusannya. Janji kaum muslimin yang harus dilaksanakan oleh siapapun itu adalah satu (sama); barangsiapa yang berkhianat kepada seorang muslim maka ia mendapat kutukan Allah, malaikat, dan segenap manusia, serta nanti pada hari kiamat tidak akan diterima tobat dan tebusannya. Barangsiapa yang mengaku bernasab kepada selain ayahnya atau mengaku bermajikan kepada selain majikannya, maka ia mendapat kutukan Allah, malaikat, dan segenap manusia , serta nanti pada hari kiamat tidak akan diterima tobat dan tebusannya. (HR. Bukhari dan Muslim).

🌂”Dari Abu Dzar ra. bahwa ia mendengar Rasulullah Saw bersabda, “Seorang yang mengaku benasab kepada selain ayahnya padahal ia mengetahuinya, maka ia kafir. Barangsiapa yang mengaku sesuatu yang bukan miliknya, maka ia bukan termasuk golongan kami dan hendaklah ia mempersiapkan dirinya untuk berada dalam neraka. Dan barangsiapa yang memanggil (menuduh) seseorang dengan kafir atau musuh Allah padahal orang itu tidak demikian, maka tuduhan itu kembali kepadanya”. (HR. Bukhari dan Muslim).

💟 Ustadzah Ade

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

Tim Assatidz IHQ🌴

🎈🎈🎈🎈🎈🎈🎈🎈🎈

2⃣IHQ 12

📝Apakah tobat orang yang sering mengulang dosa dapat diterima dan dosanya diampuni?

🔎Jawab:

Mengacu pada
(قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ)
[Surat Az-Zumar 53]

⭐Dan

(وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ يَلْقَ أَثَامًا)
(يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا)
(إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا)
[Surat Al-Furqan 68 – 70]

▫Jadi yg terlanjur maka wajib baginya taubat dgn taubat yg sebenarnya, dgn mengacu pada lima hal  :

🔻Pertama : Ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan meniatkan
taubat itu karena mengharapkan wajah Allah dan pahalanya serta selamat
dari adzabnya.

🔹Kedua : Menyesal atas perbuatan maksiat itu, dengan bersedih karena
melakukannya dan berangan-angan bahwa dia tidak pernah melakukannya.

🔸Ketiga : Meninggalkan kemasiatan dengan segera. Jika kemaksiatan itu berkaitan dengan hak Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka ia meninggalkannya, jika itu berupa perbuatan haram dan ia segera
mengerjakannya, jika kemaksiatan tersebut adalah meninggalkan
kewajiban. Jika kemaksiatan itu berkaitan dengan hak makhluk, maka segera ia membebaskan diri darinya, baik dengan mengembalikannya kepada yang berhak maupun meminta maaf kepadanya.

🔷Keempat : Bertekad untuk tidak kembali kepada kemasiatan tersebut di masa yang akan datang.

🔶Kelima : Taubat tersebut dilakukan sebelum habis masa penerimaannya,
baik ketika ajal datang maupun ketika matahari terbit dari tempat
tenggelamnya.

☑Jika ini terpenuhi maka dosa masa lalu pun insya ALLAH terampuni

❗Ingatlah
Tidak ada dosa besar jika diiringi istighfar dan tidak ada dosa kecil jika dilakukan terus menerus.

🍃 Jazakumullah sdh bertanya…  semoga kita semua bisa bertaubat atas dosa2 kita, baik yg kecil apalagi yg besar…. amin

🍁 Ustadz Ismail

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

Tim Assatidz IHQ🌴

💝🎈💝🎈💝🎈💝🎈💝
[2/4 5:38 PM] ‪+62 812-1450-0055‬: 🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃

TANYA JAWAB SYARI’AH ~TJS

📩 028/TJS-IHQ🌴/REG-S
📆 2 April 2015

🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

📘IHQ 2

Daftar dosa besar tadi yang nomor 71 menahan kelebihan air gimana ya??

🌸Jawab:

🌙Rasulullah bersabda,”Janganlah kalian menghalangi kelebihan air, sehingga kalian menghalangi tumbuhnya rumput.

🌀Beliau juga bersabda,”Janganlah kalian menjual kelebihan air.” (HR.Bukhari Muslim)

❄Dalam sabda lain,”Allah tidak melihat kepadanya pada hari kiamat kelak, tidak menyucikannya, serta baginya siksa yang pedih: seorang lelaki yang memiliki kelebihan air di padang pasir yang ditahannya untuk musafir”

💝Ustadz Jayyad

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

Tim Assatidz IHQ🌴

🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

📙Mba gimana maksud dari poin 32 (pungutan liar) dan 65 (debat kusir) ?

🌸Jawab:
☁ Pungutan liar atau pungli adalah pengenaan biaya di tempat yang tidak seharusnya biaya dikenakan atau dipungut. Kebanyakan pungli dipungut oleh pejabat atau aparat.

🌝Di antara dalil yang Imam Adz-Dzahabi bawakan untuk menunjukkan bahwa pungutan liar termasuk dalam Al Kabair yaitu firman Allah Ta’ala,

إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَظْلِمُونَ النَّاسَ وَيَبْغُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

🌿“Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih” (QS. Asy Syura: 42).

🌜Imam Nawawi juga menyatakan bahwa pungutan liar adalah sejelek-jeleknya dosa. Karena pungutan semacam ini hanyalah menyusahkan dan menzalimi orang lain. Pengambilan pungutan atau upeti seperti ini terus berulang dan itu hanyalah pengambilan harta dengan jalan yang tidak benar, penyalurannya pun tidaklah tepat.

🍀🍀🍀🍀
📫 Maksudnya adalah debat kusir, yang tidak menghasilkan apa-apa. Dulu orang-orang Bizantium memperdebatkan tentang jenis mlaikat, padahal saat itu musuh sudah ada di pintu gerbang negeri mereka, sehingga akhirnya musuh-musuh itu menghancurleburkan mereka. Beginilah sebuah perdebatan dalam urusan yang sepele menjadikan mereka tidak bisa mendapatkan jalan petunjuk.

🌛Petunjuk salaf dalam masalah ini adalah menahan diri dari banyak permusuhan dan perdebatan, dan sering melakukannya adalah tanda kurangnya wara’. Sebagaimana yang dikatakan oleh Al-Hasan al-Bashri tatkala beliau mendengar orang-orang berdebat, “Mereka itu orang-orang yang bosan beribadah, maka mereka menjadi enteng berbicara dan berkurang rasa wara’ mereka, oleh mereka itu mereka selalu berbicara.” [3] Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Az-Zuhd dan Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah.

🍁[3] Riwayat Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah (II/157) dan Ibnu Abi ‘Ashim dalam Az-Zuhd (I/272).

⛅Debat kusir harus dihindari, adapun perdebatan yang bertujuan untuk mencari kebenaran yang didasari dengan sikap saling menghormati dan tidak berlebih-lebihan, maka itu diperintahkan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Serulah (manusia) kepada jalan Rabb-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik …” (An-Nahl: 125).

🌙Perdebatan seperti yang dicontohkan oleh Syaikh di atas yang dilakukan oleh orang-orang Bizantium yaitu perdebatan tentang jenis malaikat adalah sesuatu yang tidak akan menghasilkan apa-apa. Karena, pertanyaan itu di luar batas kemampuan akal kita. Kita hanya mengetahui dari apa yang telah diberi tahu oleh Allah dan Rasul-Nya, seperti malaikat tercipta dari cahaya, mereka memiliki tubuh dan sayap, mereka juga bisa naik dan turun.

⚡Termasuk perdebatan ini adalah seperti yang dilakukan oleh ahli kalam, yaitu perdebatan mereka tentang berbagai masalah aqidah. Misalnya, apakah kalam Allah itu sifat fi’liyah atau dzatiyah? Apakah kalam Allah itu baru atau qadim? Apakah Allah turun ke langit dunia itu secara hakikat ataukah hanya kiasan? Apakah jari-jari Allah itu hakikat ataukah sekadar kiasan? Dan seterusnya.

☀Wahai ikhwah sekalian, sesungguhnya pembahasan semacam ini hanya akan mengeraskan hati dan akan menghilangkan keagungan dan kemuliaan Allah dari hatinya. Sangat disayangkan kalau ada yang membahas sifat Allah seakan-akan dia sedang membahas jasad yang mati, subhanallah! Padahal, sebelumnya kalau dia mendengar nama Allah akan merinding bulu kuduknya karena mengingat keagungan dan kemuliaan-Nya.

⭐Semua perdebatan semacam ini tidak ada manfaatnya, tirulah para sahabat yang tidak mempertanyakan hal-hal semacam ini, karena apabila mereka menanyakan dan membahasnya hanya akan berakibat kerasnya hati. Namun, jika nama Allah masih agung dan mulia di dalam hatimu dan engkau tidak membahas masalah-masalah tersebut, maka ini akan menjadikan-Nya lebih Agung dan Mulia. Perhatikanlah hal ini karena inilah sebuah kebenaran.

❄Ustadz Jayyad

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

Tim Assatidz IHQ🌴

🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃
[3/4 7:16 PM] ‪+62 822-8360-9194‬: 🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃

TANYA JAWAB SYARI’AH ~TJS

📩 029/TJS-IHQ🌴/REG-S
📆 3 April 2015

❤💚💜💙💛❤💚💜💙

📖 IHQ 9
Bisakah dijelaskan mengenai poin 53, memakai sutra dan emas?

🔑Jawab:
Hukum mengenai sutra sudah jelas pelarangannya bagi laki-laki,  dalam riwayat  hadits Rasulullah صلى الله عليه و سلم melarang kita dari memakai sutra.

📡 Dari Umar رضي الله عنه ، dia berkata,  Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda: 
لا تلبسوا الحرير فإنه من لبسه في الدنيا لم يلبسه في الآخرة

” Janganlah kalian mengenakan sutra, karena siapa yang memakainya di dunia, maka ia tidak akan mengenakannya di akhirat ”

📚Adapun hukum memakai sutra campuran,  ada fatwa dr Ulama, yusuf AlQaradhawi: 

💝1. Sutra yg mendominasi ( lebih banyak ) maka hukumnya adalah sama seperti sutra murni, yaitu haram bagi laki-laki.

🎈2. Sutera tersebut lebih sedikit dari pada campuranya, maka hukumnya mubah.

💟Tambahan: untuk lebih aman dan kehati hatian, sebaiknya kita tidak memakai pakaian yg tercampur dengan sutera, kendatipun ada ulama yg membolehkannya.

〽Semua Emas tidak boleh dipakai laki-laki. Dalil hadis.
Rasulullah saw., bersabda “Emas dan sutra dihalalkan bagi para wanita Dari umatku, namun diharamkan bagi Pada pria” (HR. Nasa’i)
“Nabi saw melarang cincin emas (bagi laki-laki). (HR. Bukhari dan Muslim)

✅Dalil di atas menunjukan keumuman dalil terhadap semua Emas baik yang 24 karat atau di bawahnya.

💚 Ustadz Suhendi dan Ustadz Dudi

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

Tim Assatidz IHQ🌴

🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃
[6/4 7:11 PM] ‪+62 816-4865-821‬: 🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂

TANYA JAWAB SYARI’AH ~TJS

📩 030/TJS-IHQ🌴/REG-S
📆 6 April 2015

🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴

🍁IHQ GS08
Di cara bertaubat nomor 3, dijelaskan disana kalau kita harus meninggalkan alat atau orang yang mempengaruhi kita berbuat dosa,  nah jika itu orang, apakah dengan meninggalkannya, tidak disebut sebagai memutuskan silaturahim?

:idea:Jawab :
Meninggalkan atau menjauhi disini tentu tidak dengan Niat untuk memutus hubungan Tali Silaturahim dengan dia. Ini yang tidak boleh.
Tetapi menjauh untuk niat menjaga diri kita dari kebinasaan ketika harus berdekatan dengan orang yang buruk perangainya.
Dalam Islam kita diperintahkan untuk mencari pergaulan yang baik dan menjauhi pergaulan / teman yang buruk.
Saya kira sudah bisa ditangkap ya maksud dari jawaban saya…,:)

[Bunda Endria🌴]

والله أعلم بالصواب

Tim Assatidz IHQ🌴

🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴

🍁IHQ GS04
Ustadzah,, Adakah Amalan agar bisa lupa dengan dosa2 tersebut 😐  ??
Jika teringat sungguh menyesal rasa nya:'( .

:idea:Jawab :

Amalan khusus tidak ada. Cukup ketika teringat atau terlintas segera beristighfar dan memohon kepada Allah agar menutupi aib2 nya baik di dunia maupun di akhirat.

[Bunda Endria🌴]

والله أعلم بالصواب

Tim Assatidz IHQ🌴

🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴

🍁IHQ GS11
Afwan mau tanya ustadzah, maksud dari hadits ” Sesungguhnya perbuatan baik itu menggugurkan perbuatan buruk (menghapus dosa)”, gimana ya? 
Apakah jika kita melakukan kebaikan maka dosa2 kita yang sudah kita lakukan otomatis terhapus. Bukankah kita punya dua buku catatan amal, kebaikan dan kejahatan..
Jazakillah khair atas jawabannya ustadazh..

:idea:Jawab :
Ya benar ukhti.
Bahwa setiap kita melakukan perbuatan buruk atau maksiat, kemudian dia membiarkannya terus menerus sampai wafatnya. Maka tentu catatan dosa itu akan tersimpan dilembaran catatan amalnya yang dalam Al Qur’an Surat Al Mutaffifin ayat 7 dengan Sijjin.

Akan tetapi jika seseorang ketika berbuat dosa atau maksiaat (amal keburukannya tetap akan dicatat sebagai catatan dosanya), akan tetapi jika ia segera bertaubat dan melakukan amal kebaikan (amal sholih) maka catatan dosa tadi akan dihapus dan diganti dengan catatan kebaikan (pahala).

📝Akan tetapi hal ini tidak berlaku pada dosa2 besar.
Karena dosa2 besar hanya bisa dihapus dengan Taubat Nashuha.

[Bunda Endria🌴]

والله أعلم بالصواب

Tim Assatidz IHQ🌴

🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂
[8/4 5:13 PM] ‪+62 812-1450-0055‬: 🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃

TANYA JAWAB SYARI’AH ~TJS

📩 032/TJS-IHQ🌴/REG-S
📆 08 April 2015

🍁 Ihq GS 08 🍁

Assalamu’alaikum…
Mau tanya mengenai umroh. Bolehkah kita umroh dipinjamkan dulu uangnya untuk umroh, pulang umrah dicicil sampai lunas tanpa bunga atau riba. Diterima atau tidak ibadah kita?
Jazakillah 🙂

💦 Jawab :

بسم الله الر حمن الر حيم

Wa’alaikum salam…

Boleh. Karena makna استطاعة itu merasa mampu. Jika ia memang merasa mampu untuk melunasi hutang berangkat haji atau umroh, maka dalam pendapat ulama hanbaliah dikatakan boleh.

و الله أعلم بالصواب

🎐Ustadz Anto🎐

🌴Tim Assatidz IHQ🌴

💧💎💧💎💧💎💧💎💧💎
[9/4 5:07 PM] ‪+62 812-1450-0055‬: 🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃

TANYA JAWAB SYARI’AH ~TJS

📩 033/TJS-IHQ🌴/REG-S
📆 09 April 2015

🍁 IHQ GS 07 🍁

❓Assalamu’alaikum ustadzah.
Ketika melakukan dosa besar contoh zina, apakah dengan taubat saja maka dosanya akan dihapuskan, sedangkan dalam syariat islam ada yang namanya hukum rajam?

❓Apakah perasaan menyesal dan bersedih atas dosa itu baik jika berkepanjangan? Bagaimana cara menyikapinya?

✅ Jawaban ➡

بسم الله الر حمن الر حيم

🌼 Bagi seorang yang merasa pernah melakukan dosa besar maka marilah segera taubatan nasuha.
Taubatan Nasuha adalah : taubat yang sungguh-sungguh dan dengan dibarengi niat yang jujur dan bertekad untuk tidak mengulangi lagi selamanya.

🎨 Setelah itu hendaknya segera mengejar amal-amal ibadah yang banyak dan menuntut ilmu dengan istiqomah dan mengamalkannya. Karena sesungguhnya segala amal sholih itu akan menghapus dosa-dosa dimasa lalu.

🌹Tentang hukuman atas dosa-dosa seperti yang diceritakan ,, memang telah  ditetapkan oleh ALLAH ta’alaa  didalam Al – Qur’an – dan tentu hukuman tersebut harus tetap masih berlaku jika tidak ada ayat yang menasakhnya (menggantinya).

🍭Bagaimana dengan pelakunya ?
Yang jelas harus bertaubat dan tetap memiliki niat untuk melaksanakan syariat ALLAH tersebut sepanjang hidupnya. Ini adalah salah satu bentuk bukti kesungguhan taubatnya kepada ALLAH.

🍡Tentang pertanyaan apakah perlu seseorang mengakui kepada calon suaminya bahwa sebelumnya dia pernah melakukan zina.
Jawabnya ‘Tidak Perlu’.

🍫Karena jika kita sudah Taubat maka kita harus yakin bahwa Taubat kita diterima oleh ALLAH dan simpan rapat semua aib yang pernah ditaubatkan agar tak seorangpun mengetahuinya, cukup dirinya dan ALLAH saja yang tahu.

[Bunda Endria🌴]

والله أعلم بالصواب

Tim Assatidz IHQ🌴

🌱🌺🌱🌺🌱🌺🌱🌺🌱🌺

🍁IHQ GS10, 12🍁

❓Bagaimana ciri-ciri taubat yg diterima atau telah diterima oleh ALLAH SWT?

✅ Jawaban ➡

بسم الله الر حمن الر حيم

🍪 Adapun indikasi taubat kita diterima adalah diri kita istiqomah berada dijalan ketaatan dan hati kita tenang serta merasa bahagia dalam ketaatan.
🌹Untuk meyakinkan bahwa ALLAH pasti akan mengampuni dosa-dosa kita adalah sebagaimana firmanNya (terjemahan bebasnya) :

🍭”Sesungguhnya ALLAH tidak akan mengampuni (dosa) karena mempesekutukan-Nya (syirik). Akan tetapi Dia mengampuni (dosa) yang selain (syirik) itu  bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan ALLAH, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.”
(QS. An Nisa : 48).

🍡Dari ayat diatas maka kita bisa mengambil salah satu hikmah  bahwa insyaALLAH, ALLAH akan mengampuni segala dosa-dosa seorang yang beriman kepadaNya yang tidak Musyrik bagi siapa saja yang Dia kehendaki dari hamba-hambaNya.

🍫Karena itu kita harus optimis dosa-dosa yang sudah kita mohonkan ampunan kepadaNya,  ALLAH ampuni dan tinggal kita mengejarnya dengan amal-amal sholih yang banyak untuk membuktikan taubat kita.

🌹Dalam sebuah hadist pun juga dikatakan bahwa setiap perbuatan baik (amal shalih) akan menghapus dosa-dosa.

Demikian kiranya ukhti sayang ….

Waallahu a’laam.

💦Lafadz Istighfar yg afdhal :

SAYYIDUL ISTIGHFAR

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي, لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ, خَلَقْتَنِي, وَأَنَا عَبْدُكَ, وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اِسْتَطَعْتُ, أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ, أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ, وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي, فَاغْفِرْ لِي; فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ اَلذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

(Allahumma Anta Robbi, Laa Ilaaha Illa Anta, Kholaqtani wa ana ‘abduka, wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu, A’udzubika min syarri maa shona’tu, Abu’u laka bi ni’matika ‘alaiyya wa abu’u laka bidzanbi faghfirlii fainnahu laa yaghfiru dzunuuba illa anta )

”Ya ALLAH Engkau adalah Tuhanku, Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau, Engkau yang menciptakanku sedang aku adalah hamba-Mu dan aku diatas ikatan janji -Mu (yaitu selalu menjalankan perjanjian-Mu untuk beriman dan ikhlas dalam menjalankan amal ketaatan kepada-Mu) dengan semampuku, aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang boleh mengampuni segala dosa kecuali Engkau”.

💐Kapan membacanya?

“Barangsiapa membacanya dengan yakin di waktu pagi lalu ia meninggal sebelum masuk waktu sore, maka ia termasuk ahli Surga. Dan barangsiapa membacanya dengan yakin di waktu sore lalu ia meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk ahli Surga.” (HR. Al-Bukhari)

[Bunda Endria🌴]

والله أعلم بالصواب

Tim Assatidz IHQ🌴

💧💎💧💎💧💎💧💎💧💎

By Tya Nurdina Posted in Uncategorized

Wacana Bermutu Muslimah

WBM/07/AHQ-IHQ🌴/DK-ODOJ

📚KEUTAMAAN ILMU DIBANDINGKAN HARTA 💰

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

📗Amirul Mukminin ‘Ali bin Abi Thalib Radhiyallaahu ‘anhu pernah menasehatkan tentang keutamaan ilmu dibandingkan dengan harta:

العِلْمُ خَيْرٌ مِنَ الْمَالِ، العِلْمُ يَحْرُسُكَ وَأَنْتَ تَحْرُسُ الْمَالَ، العِلْمُ يَزْكُو عَلَى العَمَلِ وَالْمَالُ تُنْقِصُهُ النَّفَقَةُ، وَمَحَبَّةُ العَالِـمِ دِيْنٌ يُدَانُ بِهِ، العِلْمُ يُكْسِبُ العَالـِمَ الطَّاعَةَ فِي حَيَاتِهِ، وَجَمِيْلَ اْلأُحْدُوْثَةِ بَعْدَ مَوْتِهِ، وَصَنِيْعَةُ الْمَالِ تَزُوْلُ بِزَوَالِهِ، مَاتَ خُزَّانُ اْلأَمْوَالِ وَهُمْ أَحْيَاءُ وَالْعُلَمَاءُ بَاقُوْنَ مَا بَقِيَ الدَّهْرُ، أَعْيَانُهُمْ مَفْقُوْدَةٌ وَأَمْثَالُهُمْ فِي القُلُوْبِ مَوْجُوْدَةٌ

📚“Ilmu itu lebih baik daripada harta, karena ilmu akan menjagamu sementara harta hrs engkau jaga. 

📚 Ilmu akan terus bertambah dan berkembang dengan diamalkan, sementara harta akan terkurangi dengan penggunaan. Dan mencintai seorang yang berilmu adalah agama yang dipegangi. 

📚Ilmu akan membawa pemiliknya untuk berbuat taat selama hidupnya dan akan meninggalkan nama yang harum setelah matinya. Sementara orang yang memiliki harta akan hilang seiring dengan hilangnya harta. 

⛳ Dan para pengumpul harta itu seakan-akan telah mati, padahal sebenarnya dia masih hidup. 

🎓Sementara orang yang berilmu akan tetap hidup sepanjang masa. Dan ketika jasad-jasad mereka telah tiada, namun (mereka) tetap ada di hati manusia.” 

🔐Semoga kita selalu mendapatkan taufiq dari Allah Ta’ala agar senantiasa kokoh diatas Sunnah. Dan Semoga bermanfaat. Wallaahu A’lam

Reposted by
IHQ🌴
📚Menyampaikan dengan hati📚
[7/3 8:42 AM] ‪+62 812-1450-0055‬: 🍄 WBM 🍄
〰〰〰〰
Wacana Bermutu bagi Muslimah 

WBM/08/AHQ-IHQ🌴/DK-ODOJ

🔗Bisa jadi seseorang telah mengerjakan shalat selama 60 tahun
Tapi shalatnya tak diterima

🚩Tahukah Anda apa sebabnya?

📗Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu berkata,
“Ada seseorang yang mengerjakan shalat selama 60 tahun, akan tetapi shalatnya tidak diterima.” Lalu ia ditanya tentang orang tersebut, “Bagaimana hal itu bisa terjadi?”
Abu Hurairah berkata, “Dia tidak pernah menyempurnakan rukuk, sujud, berdiri dan khusyuk dalam shalatnya.”

📗Adapun ‘Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, “Ada orang yang sampai beruban memeluk agama Islam, tapi ia belum pernah menyempurnakan satu rakaat shalatpun demi mengharap ridha Allah.”
Lalu ditanyakan tentang hal tersebut, “Bagaimana hal tersebut bisa terjadi, ya Amirul Mu’minin?”
Umar berkata, “Dia tidak pernah menyempurnakan rukuk dan sujud dalam shalatnya.”

📗Berkata pula Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah, “Akan tiba suatu zaman yang mana manusia sedang melaksanakan shalat, akan tetapi pada hakikatnya mereka tidak melaksanakan shalat. Dan aku sangat khawatir jika zaman itu adalah zaman sekarang ini.”

✏Maka apa (yang akan Anda katakan) jika Anda datang kepada kami lalu melihat keadaan kami saat ini wahai Imam?

📗Berkata Imam al-Gazali rahimahullah, “Ada seseorang yang sujud dengan sebenar-benarnya sujud, mengira bahwa dengan melakukan hal itu ia telah mendekatkan dirinya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Akan tetapi, demi Allah, seandainya dosa sujud tersebut dibagi kepada seluruh penduduk negerinya maka mereka semua akan binasa.”
Lalu ditanyakan kepada beliau, “Bagaimana bisa seperti itu?”

📗Imam Gazali menjawab, “Ia sujud di hadapan Tuhannya dengan kepalanya, akan tetapi ia sibuk dengan hiburan, maksiat, syahwat dan cinta kepada dunia.”
Sujud macam apakah ini?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
(( وَجُعِلَتْ قُرَّةَ عَيْنِيْ فِيْ الصَّلاَةِ))
“Dan dijadikan kecintaanku ada dalam shalat.”

📎Demi Allah, pernahkah Anda menjadikan kecintaan Anda terhadap 2 rakaat shalat Anda?
Dan pernahkah Anda rindu untuk segera pulang hanya demi melaksanakan shalat 2 rakaat karena Allah?

📗Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (artinya),
“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah?” (QS. Al-Hadid: 016).

📗Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata, “Belum genap empat tahun antara keislaman kami dengan turunnya ayat tersebut, akan tetapi Allah telah memperingatkan kami. Maka kami menangis karena kurang khusyuknya kami dan dengan peringatan Allah kepada kami.”
Maka pada saat itu kami keluar dan saling mengingatkan satu sama lain.

✏Kami berkata, “Apakah Anda tidak mendengar firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Belum tibakah waktunya bagi orang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah?” ….
✏Maka tersungkurlah salah seorang di antara kami lalu menangis atas peringatan Allah kepada kami…

⛵Wahai saudara-saudariku!
Pernahkah Anda merasakan bahwa Allah memperingatkan Anda dengan ayat ini?

🔎Janganlah Anda melihat kepada kecilnya suatu maksiat.
Akan tetapi lihatlah kepada kebesaran Allah yang Anda bermaksiat kepadanya.

🎓Alih bahasa : Arif Ahmadi Yusuf
Diterjemahkan dari artikel berbahasa Arab

Reposted by IHQ🌴
📚Menyampaikan dengan hati📚
[7/3 11:15 AM] ‪+62 857-5958-4687‬: 💦📖💦📖💦KKI📖💦📖💦

⭐Kisah-Kisah Inspiratif⭐

KKI/04/IHQ-AHQ🌴/DK-ODOJ

✏️Hilman Rosyad Syihab

📙Sudah Siapkah ketika Orangtua Kita Berkata Jujur📙

💦 Kemarin lalu, saya bertakziah mengunjungi salah seorang kerabat yang sepuh. Umurnya sudah 93 tahun. Beliau adalah veteran perang kemerdekaan, seorang pejuang yang shalih serta pekerja keras. Kebiasaan beliau yang begitu hebat di usia yang memasuki 93 tahun ini, beliau tidak pernah meninggalkan shalat berjamaah di masjid untuk Maghrib, Isya dan Shubuh.

Qadarallah, beliau mulai menua dan tidak mampu bangun dari tempat tidurnya sejak dua bulan lalu. Sekarang beliau hanya terbaring di rumah dengan ditemani anak-anak beliau. Kesadarannya mulai menghilang. Beliau mulai hidup di fase antara dunia nyata dan impian. Sering menggigau dan berkata dalam tidur, kesehariannya dihabiskan dalam kondisi tidur dan kepayahan.

Anak-anak beliau diajari dengan cukup baik oleh sang ayah. Mereka terjaga ibadahnya, berpenghasilan lumayan, dan akrab serta dekat. Ketika sang ayah sakit, mereka pun bergantian menjaganya demi berbakti kepada orangtua.

Namun ada beberapa kisah yang mengiris hati; kejadian jujur dan polos yang terjadi dan saya tuturkan kembali agar kita bisa mengambil ibrah.

💫Terkisah, suatu hari di malam lebaran, sang ayah dibawa ke rumah sakit karena menderita sesak nafas. Malam itu, sang anak yang kerja di luar kota dan baru saja sampai bersikeras menjaga sang ayah di kamar sendirian. Beliau duduk di bangku sebelah ranjang. Tengah malam, beliau dikejutkan dengan pertanyaan sang ayah,

“Apa kabar, pak Rahman? Mengapa beliau tidak mengunjungi saya yang sedang sakit?” tanya sang ayah dalam igauannya.

Sang anak menjawab, “Pak Rahman sakit juga, Ayah. Beliau tidak mampu bangun dari tidurnya.” Dia mengenal Pak Rahman sebagai salah seorang jamaah tetap di masjid.

“Oh…lalu, kamu siapa? Anak Pak Rahman, ya?” tanya ayahnya kembali.

“Bukan, Ayah. Ini saya, Zaid, anak ayah ke tiga.”

“Ah, mana mungkin engkau Zaid? Zaid itu sibuk! Saya bayar pun, dia tidak mungkin mau menunggu saya di sini. Dalam pikirannya, kehadirannya cukup digantikan dengan uang,” ucap sang ayah masih dalam keadaan setengah sadar.

Sang anak tidak dapat berkata apa-apa lagi. Air mata menetes dan emosinya terguncang. Zaid sejatinya adalah seorang anak yang begitu peduli dengan orangtua. Sayangnya, beliau kerja di luar kota. Jadi, bila dalam keadaan sakit yang tidak begitu berat, biasanya dia menunda kepulangan dan memilih membantu dengan mengirimkan dana saja kepada ibunya. Paling yang bisa dilakukan adalah menelepon ibu dan ayah serta menanyakan kabarnya. Tidak pernah disangka, keputusannya itu menimbulkan bekas dalam hati sang ayah.

Kali yang lain, sang ayah di tengah malam batuk-batuk hebat. Sang anak berusaha membantu sang ayah dengan mengoleskan minyak angin di dadanya sembari memijit lembut. Namun, dengan segera, tangan sang anak ditepis.

“Ini bukan tangan istriku. Mana istriku?” tanya sang ayah.

“Ini kami, Yah. Anakmu.” jawab anak-anak.

“Tangan kalian kasar dan keras. Pindahkan tangan kalian! Mana ibu kalian? Biarkan ibu berada di sampingku. Kalian selesaikan saja kesibukan kalian seperti yang lalu-lalu.”

Dua bulan yang lalu, sebelum ayah jatuh sakit, tidak pernah sekalipun ayah mengeluh dan berkata seperti itu. Bila sang anak ditanyakan kapan pulang dan sang anak berkata sibuk dengan pekerjaannya, sang ayah hanya menjawab dengan jawaban yang sama.

“Pulanglah kapan engkau tidak sibuk.”

Lalu, beliau melakukan aktivitas seperti biasa lagi. Bekerja, shalat berjamaah, pergi ke pasar, bersepeda. Sendiri. Benar-benar sendiri. Mungkin beliau kesepian, puluhan tahun lamanya. Namun, beliau tidak mau mengakuinya di depan anak-anaknya.

Mungkin beliau butuh hiburan dan canda tawa yang akrab selayak dulu, namun sang anak mulai tumbuh dewasa dan sibuk dengan keluarganya.

Mungkin beliau ingin menggenggam tangan seorang bocah kecil yang dipangkunya dulu, 50-60 tahun lalu sembari dibawa kepasar untuk sekadar dibelikan kerupuk dan kembali pulang dengan senyum lebar karena hadiah kerupuk tersebut. Namun, bocah itu sekarang telah menjelma menjadi seorang pengusaha, guru, karyawan perusahaan; yang seolah tidak pernah merasa senang bila diajak oleh beliau ke pasar selayak dulu. Bocah-bocah yang sering berkata, “Saya sibuk…saya sibuk. Anak saya begini, istri saya begini, pekerjaan saya begini.” Lalu berharap sang ayah berkata, “Baiklah, ayah mengerti.”

Kemarin siang, saya sempat meneteskan air mata ketika mendengar penuturan dari sang anak. Karena mungkin saya seperti sang anak tersebut; merasa sudah memberi perhatian lebih, sudah menjadi anak yang berbakti, membanggakan orangtua, namun siapa yang menyangka semua rasa itu ternyata tidak sesuai dengan prasangka orangtua kita yang paling jujur.

Maka sudah seharusnya, kita, ya kita ini, yang sudah menikah, berkeluarga, memiliki anak, mampu melihat ayah dan ibu kita bukan sebagai sosok yang hanya butuh dibantu dengan sejumlah uang. Karena bila itu yang kita pikirkan, apa beda ayah dan ibu kita dengan karyawan perusahaan?

Bukan juga sebagai sosok yang hanya butuh diberikan baju baru dan dikunjungi setahun dua kali, karena bila itu yang kita pikirkan, apa bedanya ayah dan ibu kita dengan panitia shalat Idul Fitri dan Idul ‘Adha yang kita temui setahun dua kali?

💥Wahai yang arif, yang budiman, yang penyayang dan begitu lembut hatinya dengan cinta kepada anak-anak dan keluarga, lihat dan pandangilah ibu dan ayahmu di hari tua. Pandangi mereka dengan pandangan kanak-kanak kita. Buang jabatan dan gelar serta pekerjaan kita. Orangtua tidak mencintai kita karena itu semua. Tatapilah mereka kembali dengan tatapan seorang anak yang dulu selalu bertanya dipagi hari, “Ke mana ayah, Bu? Ke mana ibu, Ayah?”

Lalu menangis kencang setiap kali ditinggalkan oleh kedua orangtuanya.

💥Wahai yang menangis kencang ketika kecil karena takut ditinggalkan ayah dan ibu, apakah engkau tidak melihat dan peduli dengan tangisan kencang di hati ayah dan ibu kita karena diri telah meninggalkan beliau bertahun-tahun dan hanya berkunjung setahun dua kali?

:idea:Sadarlah wahai jiwa-jiwa yang terlupa akan kasih sayang orangtua kita. Karena boleh jadi, ayah dan ibu kita, benar-benar telah menahan kerinduan puluhan tahun kepada sosok jiwa kanak-kanak kita; yang selalu berharap berjumpa dengan beliau tanpa jeda, tanpa alasan sibuk kerja, tanpa alasan tiada waktu karena mengejar prestasi.

Bersiaplah dari sekarang, agar kelak, ketika sang ayah dan ibu berkata jujur tentang kita dalam igauannya, beliau mengakui, kita memang layak menjadi jiwa yang diharapkan kedatangannya kapan pun juga.
[Rahmat Idris]

Smoga menjadi bahan renungan bagi kita semua.

Semoga bermanfaat

Repost By :

           AHQ & IHQ🌴
📚Cinta Keluarga Qur’ani📚

By Tya Nurdina Posted in Uncategorized

Tafsir Surah Al Baqarah :28-30

“Kehidupan dan Kematian yang Diberikan Allah kepada Manusia”

قوله تعالى:

( كَيْفَ تَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَكُنْتُمْ أَمْوَاتًا فَأَحْيَاكُمْ ۖ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ثُمَّ إِلَيْهِ

“Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu lalu Dia menghidupkan kamu kembali. Kemudian kepadaNyalah kamu Kembali. 2:28

( هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَىٰ إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ ۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيم )ٌ

Dia lah (Allah) yang menciptakan segala apa  yang ada di bumi untukmu kemudian Dia menuju ke langit, lalu Dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit. Dan Dia mengetahui segala sesuatu 2:29

✒Dalam ayat sebelumnya, Allah menerangkan sifat-sifat golongan yang kafir.

Kekufuran kepada Allah diperlihatkan dengan bukti bukti dan nikmat-nikmat, ini merupakan kekufuran yang amat buruk. Allah memperlihatkan  satu kejadian yang pasti manusia lihat. Mereka dahulu mati lalu dihidupkan oleh Allah. Mereka dahulu dalam keadaan mati lalu dihidupkan kembali oleh Allah,  dan tidak ada tempat untuk berlari dari kenyataan yang tidak dapat ditafsirkan kecuali dengan kuasaNya.

3/4 07:10] Odoj Achi Asri Nor Laila: RUBRIK TAFSIR ODOJER

Edisi 13, Jumat 3 April 2015
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

Surat Al Baqarah Ayat 30

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
Artinya :

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

🍀 Tafsir :

Allah Subhaanahu wa Ta’aala menceritakan perihal anugerah-Nya kepada bani Adam, yaitu sebagai makhluk yang mulia. Mereka disebutkan di kalangan makhluk yang tertinggi (yaitu para malaikat) sebelum mereka diciptakan. Untuk itu Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman :

وإذ قال ربك للملئكة
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat,”

Makna yang dimaksud ialah “Hai Muhammad, ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, dan ceritakanlah hal ini kepada kaummu”
اني جاعل فى الارض خليفة ۗ
“Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”

🍀Yakni suatu kaum yang sebagiannya menggantikan sebagian yang lain silih berganti, abad demi abad, dan generasi demi generasi, sebagaimana pengertian yang terkandung di dalam firman-Nya :
وهو الذي جعلكم خلئف الارض
“Dan Dialah yang menjadikan kalian penguasa-penguasa di bumi.” (Q.S. Al-An’am : 165)

ويجعلكم خلفآء الارض
“dan yang menjadikan kalian (manusia) sebagai khalifah-khalifah di bumi.” (Q.S. An-Naml : 62)

فخلف من بعدهم خلف
“Maka datanglah sesudah mereka generasi yang lain.” (Al-A’raf : 169)

🍀Menurut qira’ah yang syaz dibaca innii jaa’ilun fil ardli khaliifah (Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah-khalifah di muka bumi). Demikian diriwayatkan oleh Zamakhsyari dan lain-lainnya.
Al-Qurtubi menukil dari Zaid Ibnu Ali, yang dimaksud dengan khalifah dalam ayat ini bukan hanya Nabi Adam ‘alaihis salam saja seperti yang dikatakan oleh sejumlah ahli tafsir. Al-Qurtubi menisbatkan pendapat ini kepada Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud, dan semua ahli takwil. Akan tetapi apa yang dikatakan oleh Al-Qurtubi ini masih perlu dipertimbangkan. Bahkan perselisihan dalam masalah ini masih banyak, menurut riwayat Ar-Razi dalam kitab tafsirnya, juga oleh yang lainnya.

أتجعل فيهامن يفسد فيهاويسفك الدمآء
“Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah ? ”
Ucapan para malaikat ini bukan dimaksudkan menentang atau memprotes Allah, bukan pula karena dorongan dengki terhadap manusia, sebagaimana yang diduga oleh sebagian ulama tafsir. Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala menyifati para malaikat, mereka tidak pernah mendahului firman Allah, yakni tidak pernah menanyakan sesuatu kepada-Nya yang tidak diizinkan bagi mereka mengemukakannya.
Dalam ayat ini, ketika Allah Subhaanahu wa Ta’aala memberitahukan kepada mereka bahwa Dia akan menciptakan di bumi suatu makhluk, menurut Qatadah, para malaikat telah mengetahui sebelumnya bahwa makhluk-makhluk tersebut gemar menimbulkan kerusakan padanya (di bumi), maka mereka mengatakan :
“Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah ?

🍀Sesungguhnya kalimat itu merupakan pertanyaan meminta informasi dan pengetahuan tentang hikmah yang terkandung di dalam penciptaan itu. Mereka mengatakan, “Wahai Tuhan kami, apakah hikmah yang terkandung dalam penciptaan mereka, padahal diantara mereka ada orang-orang yang suka membuat kerusakan di muka bumi dan mengalirkan darah? Jikalau yang dimaksudkan agar Engkau disembah, maka kami selalu bertasbih memuji dan menyucikan Engkau,” yakni kami selalu beribadah kepad-Mu, sebagaimana yang akan disebutkan nanti. Dengan kata lain seakan-akan para malaikat mengatakan), “Kami tidak pernah melakukan sesuatupun dari hal itu (kerusakan dan mengalirkan darah), maka mengapa Engkau tidak cukup hanya dengan kami para malaikat saja?

🍀Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman menjawab pertanyaan tersebut :
اني أعلم ما لاتعلمون.
“Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui.”

Dengan kata lain, seakan-akan Allah bermaksud bahwa sesungguhnya Aku mengetahui hal-hal yang tidak kalian ketahui menyangkut kemaslahatan yang jauh lebih kuat dalam penciptaan jenis makhluk ini daripada kerusakan-kerusakan yang kalian sebut itu. Karena sesungguhnya Aku akan menjadikan dari kalangan mereka nabi-nabi dan rasul-rasul, diantara mereka ada para shiddiqin, para syuhada, orang-orang saleh, ahli ibadah, ahli zuhud, para wali, orang-orang bertaqwa, para muqarrabin, para ulama yang mengamalkan ilmunya, orang-orang yang khusyu’ dan orang-orang yang cinta kepada Allah Subhaanahu wa Ta’aala dan mengikuti jejak rasul-rasul-Nya.

Al-Qurtubi dan lain-lainnya menyimpulkan dalil ayat ini, wajib mengangkat seorang khalifah untuk memutuskan perkara yang diperselisihkan diantara manusia, memutuskan persengketaan mereka, menolong orang-orang yang teraniaya dari perlakuan sewenang-wenang orang-orang yang dzlim dari kalangan mereka, menegakkan hukuman-hukuman had, dan memperingatkan mereka dari perbuatan-perbuatan keji serta hal-hal lainnya yang penting dan tidak dapat ditegakkan kecuali dengan adanya seorang imam, mengingat suatu hal yang merupakan kesempurnaan bagi perkara yang wajib hukumnya wajib pula.

Wallahu’alam Bisshowaab.

📚 Tafsir Ibnu Katsir

Diterjemahkan oleh :
Tim Tafsir Divisi Tsaqafah Islamiyah PSDM ODOJ

RTO/13/03/04/2015/Divisi TSI -PSDM ODOJ

By Tya Nurdina Posted in Uncategorized