Peran Guru Sebagai Pendidik dalam Menyinergikan IQ, EQ dan SQ pada Pengajaran di Sekolah

Tugas guru adalah mengajarkan pelajaran kepada peserta didik. Tapi, tugas guru yang sebenarnya lebih dari itu karena guru tidak hanya sebagai pengajar, tapi juga berperan sebagai pendidik yang dapat menghidupkan motivasi belajar pada siswa. Begitu motivasi dapat dibangkitkan, kita akan lebih mudah merencanakan tahap-tahap selanjutnya. Terlebih, motivasi terkait erat dengan harapan siswa untuk bisa meraih hasil yang optimal. Untuk itu, para guru dituntut untuk melakukan inovasi pembelajaran. Misalnya, ketika ia mengajar sangat diupayakan untuk mengembangkan metode pembelajaran yang mampu mengembangkan emosi, sosial, dan kognitif para siswa.

Jadi, guru harus berupaya untuk menyinergikan antara IQ, EQ dan SQ dalam pengajarannya di sekolah terhadap peserta didik.

Berikut adalah peran guru dalam menyinergikan IQ, EQ dan SQ dalam pengajaran di sekolah yang diwujudkan melalui inovasi pembelajaran, antara lain :

  1. Guru bekerja sama dengan pihak sekolah untuk menambah jam pelajaran agama dan lebih mengefektivkannya.
  2. Guru harus berupaya untuk menghubungkan setiap mata pelajaran dengan agama dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Guru harus berupaya untuk menjelaskan pelajaran sebaik-baiknya, bila perlu menggunakan media tertentu, agar peseta didik benar-benar mengerti dengan materi yang diajarkan dan tidak mengandalkan hapalan saja. Jadi, bila siswa mendapatkan nilai tinggi, itu karena dia benar-benar mengerti bukan katena menghapalkan jawabannya, sehingga peserta didik dapat menjelaskan kepada temannya yang belum mengerti.
  4. Guru dapat menggunakan model cooperative learning melalui diskusi dalam kelompok kecil, debat dan belajar kelompok, sehingga kemampuan siswa dalam berbicara dan berinteraksi dengan orang lain dapat berkembang denagn baik dan cepat.
  5. Guru berupaya untuk menyelipkan nilai-nilai moral atau akhlak ketika peserta didik mengerjakan soal-soal latihan. Misalnya, ketika  mengerjakan satu soal matematika yang memerlukan cara yang panjang dan penerapan rumus yang rumit, guru mengingatkan siswanya untuk bersabar dan tidak tergesa-gesa dalam mengerjakan, sehingga merka dapat berpikir lebih teliti dan dapat meminimalisasi kesalahan.
  6. Meskipun guru sangat mengharapkan siswanya mendapatkan nilai yang terbaik, tapi guru tetap harus menekankan nilai kejujuran ketika ulangan atau ujian. Sehingga nilai yang didapat siswa  merupakan nilai yang murni dari kemampuan mereka.
  7. Dalam aspek penilaian, guru harus menghargai nilai kejujuran siwa dalam ujian dan keaktifannya dalam pengajaran di kelas yang diapresiasikan dengan memberikan nilai tambahan.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s